Pemkab Garut Latih 160 Warga, Tingkatkan Kompetensi Siap Kerja
Pemerintah Kabupaten Garut serius berupaya mengurangi angka pengangguran dengan menggelar pelatihan kerja bagi 160 pencari kerja, membekali mereka dengan keahlian relevan agar siap menghadapi dunia industri.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Jawa Barat, menunjukkan komitmen kuat dalam menekan angka pengangguran. Sebanyak 160 pencari kerja di Garut telah mengikuti program pelatihan keahlian khusus yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing mereka di pasar kerja. Program ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi para peserta untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan atau bahkan merintis usaha mandiri.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah serius Pemkab Garut untuk memperkuat keterampilan, pengetahuan, dan sikap kerja masyarakat. Pelatihan ini diharapkan membuka lebih banyak peluang bagi warga Garut untuk menemukan tempat kerja sesuai minat dan keahlian mereka. Penutupan pelatihan Program Pencari Kerja Tahun 2026 ini dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Garut pada Kamis.
Kolaborasi strategis antara Pemkab Garut dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI menjadi tulang punggung program ini. Tujuannya jelas, yaitu menekan angka pengangguran, meningkatkan kompetensi teknis, serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan anak muda Garut. Pemkab Garut terus berupaya menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan siap berkarya di berbagai bidang wirausaha maupun industri.
Komitmen Pemkab Garut Tingkatkan SDM Unggul
Pemkab Garut secara konsisten menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayahnya. Melalui program pelatihan ini, pemerintah daerah bertekad memastikan bahwa setiap anak Garut memiliki keterampilan yang memadai. Hal ini krusial untuk menciptakan kesempatan kerja di masyarakat maupun agar mereka dapat terserap di sektor industri.
Program ini bukan hanya sekadar pelatihan, melainkan investasi jangka panjang dalam pembangunan ekonomi daerah. Dengan membekali warga dengan keahlian yang relevan, Pemkab Garut berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan. Ketersediaan tenaga kerja terampil akan menarik investasi dan membuka lapangan kerja baru di masa depan.
Bupati Abdusy Syakur Amin menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pusat, seperti yang terjalin dengan Kemnaker RI. Kolaborasi ini memungkinkan program-program pelatihan yang lebih komprehensif dan sesuai dengan standar nasional. Tujuannya adalah menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki mental siap kerja dan berwirausaha.
Beragam Keahlian Relevan untuk Peluang Kerja
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut, Nia Garnia Karyana, menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan ini rutin dilaksanakan setiap tahun. Ini merupakan bentuk pelayanan pemerintah kepada masyarakat pencari kerja untuk memperoleh keahlian spesifik sebelum memasuki dunia kerja.
Pelatihan ini mencakup delapan bidang keahlian yang memiliki peluang kerja tinggi di pasaran. Bidang-bidang tersebut meliputi pembuatan sepatu, menjahit, perbaikan ponsel, pembuatan roti atau kue, barista, desain grafis, pengelasan, dan perbaikan sepeda motor. Pemilihan bidang ini didasarkan pada analisis kebutuhan pasar dan potensi penyerapan tenaga kerja.
Nia Garnia Karyana optimis bahwa lulusan pelatihan ini akan memiliki prospek kerja yang baik. Ia mencontohkan, bagi peserta pelatihan pembuatan sepatu, ada harapan besar agar mereka dapat ditempatkan secara bertahap di industri sepatu besar seperti PT Changsin yang beroperasi di Garut. Ini menunjukkan adanya koneksi langsung antara pelatihan dengan potensi penempatan kerja.
Kurikulum Berbasis SKKNI dan Pengakuan Kompetensi
Ketua Pelaksana Program Pelatihan Kerja, Yayan Gunawan, menyatakan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 160 peserta. Kurikulum yang digunakan dalam program ini berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Pendekatan ini memastikan bahwa materi yang diajarkan relevan dengan standar industri dan kebutuhan pasar kerja saat ini.
Kurikulum pelatihan mencakup teori dan praktik, memberikan peserta pemahaman menyeluruh serta pengalaman langsung. Setelah dinyatakan lulus, peserta akan mendapatkan sertifikat pelatihan resmi yang sesuai dengan kejuruan dan kompetensi yang mereka kuasai. Sertifikat ini menjadi bukti pengakuan atas keahlian yang telah mereka peroleh.
Salah seorang peserta pelatihan desain grafis, Salsa Wilia Rahma, mengungkapkan pengalamannya selama mengikuti program. Ia merasa mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman berharga, termasuk pelajaran tentang kedisiplinan. Salsa juga mengapresiasi instruktur yang sangat detail dalam menjelaskan materi, sehingga mudah dipahami, serta fasilitas yang sangat memadai di BLK Garut.
Sumber: AntaraNews