Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, melalui Balai Latihan Kerja (BLK) berhasil mencetak 128 tenaga kerja terampil. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dan menekan angka pengangguran di wilayah tersebut.
Pelatihan berbasis kompetensi ini diselenggarakan secara intensif selama 30 hari penuh. Setiap harinya, peserta menjalani delapan jam pembelajaran praktis di berbagai bidang kejuruan.
Kepala BLK HSU, A. Humaidi, menjelaskan bahwa program ini merupakan komitmen pemerintah daerah. Tujuannya adalah memberikan bekal keterampilan relevan bagi masyarakat untuk memasuki dunia kerja.
Advertisement
Advertisement
A. Humaidi merinci, terdapat delapan kejuruan utama yang dibuka bagi masyarakat pada periode pelatihan ini. Kejuruan tersebut mencakup desain grafis, listrik, dan pengelasan, yang sangat relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Selain itu, tersedia juga pelatihan menjahit, pembuatan furniture, serta tata boga untuk membekali peserta dengan beragam kemampuan kuliner dan kerajinan. Bidang otomotif, baik mobil maupun motor, turut menjadi pilihan populer bagi para peserta yang ingin berkarir di sektor transportasi.
Setiap kejuruan dirancang untuk menampung 16 orang peserta, memastikan pembelajaran yang efektif dan personal dengan bimbingan instruktur profesional. Pelatihan ini berlangsung intensif selama satu bulan penuh, memberikan waktu yang cukup untuk penguasaan materi.
Advertisement
Durasi belajar harian mencapai delapan jam, memberikan waktu yang cukup bagi peserta untuk menguasai keterampilan baru secara mendalam. Fokus pada praktik langsung menjadi prioritas utama dalam setiap sesi, mempersiapkan lulusan untuk tantangan di lapangan kerja.
Advertisement
Salah satu poin penting dari program Pelatihan Kerja HSU ini adalah komitmen terhadap inklusivitas yang kuat. BLK HSU secara khusus memberikan akses keterampilan bagi kelompok disabilitas, memastikan kesempatan yang setara bagi semua.
Humaidi menegaskan bahwa ini adalah upaya nyata dari pemerintah daerah untuk memastikan semua lapisan masyarakat memiliki kesempatan yang sama. Tujuannya agar mereka dapat bekerja dan mandiri secara ekonomi, berkontribusi pada pembangunan daerah.
Seluruh peserta diharapkan dapat memanfaatkan momentum pelatihan ini dengan sungguh-sungguh dan penuh dedikasi. Persiapan matang sebelum terjun ke dunia kerja nyata menjadi kunci keberhasilan mereka dalam mencari penghidupan.
Advertisement
Setelah dinyatakan lulus, setiap peserta akan menerima sertifikat sebagai bukti telah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan berbasis kompetensi. Sertifikat ini juga menjadi bekal dokumen penting untuk melamar pekerjaan di berbagai sektor industri, membuka pintu karir yang lebih luas.
Sumber: AntaraNews