Pemerintah Kaji Usulan DPR Jadikan Bulog Setara Kementerian
Langkah ini dinilai dapat memperkuat peran Bulog dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Pemerintah tengah mempertimbangkan usulan anggota DPR RI agar Perum Bulog dinaikkan statusnya menjadi setara dengan kementerian atau lembaga negara.
Langkah ini dinilai dapat memperkuat peran Bulog dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, pemerintah akan menelaah terlebih dahulu seluruh aspek dari usulan tersebut sebelum mengambil keputusan.
“Nanti kita kaji ya, nanti kita kaji dulu ya,” ujar Prasetyo kepada wartawan di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Minggu (13/10).
Saat ini, Bulog berstatus sebagai Perusahaan Umum (Perum) yang berada di bawah koordinasi Kementerian BUMN.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, lembaga ini semakin sering dilibatkan dalam kebijakan strategis pangan, terutama dalam penyerapan gabah dan pengendalian harga beras nasional.
Bulog Didorong Jadi Garda Depan Ketahanan Pangan
Prasetyo menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat peran dan kinerja Bulog, baik dari sisi kapasitas penyimpanan, penyerapan hasil panen petani, hingga distribusi bahan pangan strategis ke masyarakat.
“Yang pasti adalah Bulog terus kita perbaiki, dan Alhamdulillah kan kemarin dalam sejarah salah satu pencapaian yang tertinggi serapan dari Bulog,” ungkapnya.
Menurut Prasetyo, Bulog telah menunjukkan perbaikan signifikan dalam menyerap beras hasil panen petani, yang menjadi salah satu kunci stabilitas harga pangan.
Tambahan Pendanaan Serap Produksi Petani
Lebih lanjut, Prasetyo mengungkapkan bahwa pemerintah baru saja menambah alokasi pendanaan untuk Bulog, sebagai langkah antisipatif menghadapi peningkatan produksi pangan nasional.
“Dan minggu lalu juga sudah diputuskan bahwa Bulog diberi tambahan pendanaan, supaya mengantisipasi kalau produksi kita melimpah — baik beras maupun jagung — supaya itu juga bisa diserap oleh Bulog,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan menjaga kestabilan pangan merupakan prioritas utama pemerintah di tengah dinamika ekonomi global.
“Intinya adalah kita betul-betul mari semua kita kerja keras untuk memastikan yang paling utama adalah pangan dulu. Kalau pangan kita aman, perut aman, selebihnya InsyaAllah aman,” kata Prasetyo menegaskan.