KMHDI Ajak Masyarakat Jaga Kondusifitas Nasional di Tengah Kenaikan Harga Pertamax
Organisasi mahasiswa Hindu, Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), menyerukan masyarakat untuk tetap menjaga situasi kondusif nasional menyikapi penyesuaian harga Pertamax. Apa alasannya?
Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI) menyerukan seluruh elemen masyarakat untuk menyikapi penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, khususnya Pertamax dan Pertamax Green, secara bijaksana. Kenaikan harga Pertamax yang berlaku sejak 10 Juni 2026 ini diharapkan tidak memicu tindakan anarkisme yang dapat merugikan kepentingan umum.
Ketua Umum PP KMHDI, Wayan Ardi Adnyana, menegaskan bahwa penyesuaian harga Pertamax tidak terlepas dari dinamika geopolitik global yang memengaruhi harga energi dunia, rantai pasok internasional, serta biaya impor. Oleh karena itu, KMHDI mengajak masyarakat tetap menjaga situasi kondusif nasional.
Meskipun masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi dan kritik terhadap kebijakan yang dianggap berdampak pada kehidupan sehari-hari, KMHDI menekankan pentingnya penyampaian aspirasi dalam koridor demokrasi. Ini berarti mengedepankan dialog dan menghindari tindakan anarkis yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial dan ekonomi.
Dampak Geopolitik Global dan Penyesuaian Harga Pertamax
Kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green yang berlaku mulai 10 Juni 2026 merupakan respons terhadap kondisi geopolitik global yang dinamis. Situasi ini secara langsung memengaruhi harga minyak dunia, rantai pasok internasional, dan biaya impor energi bagi berbagai negara, termasuk Indonesia.
Pertamina dan pemerintah telah menjelaskan bahwa penyesuaian harga ini dilakukan setelah mempertimbangkan perkembangan harga minyak global dan kondisi geopolitik internasional. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan analisis mendalam terhadap faktor-faktor eksternal yang tidak dapat dihindari.
Wayan Ardi Adnyana dari KMHDI mengakui bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi ini dapat menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Namun, ia mengajak untuk melihat persoalan ini secara utuh, mengingat bahwa kondisi geopolitik global yang memanas telah menjadi tantangan bagi banyak negara.
Pentingnya Menjaga Stabilitas Nasional dan Demokrasi
KMHDI menyerukan seluruh elemen bangsa untuk tetap menjaga persatuan, mengedepankan dialog, dan menolak segala bentuk tindakan anarkisme. Organisasi ini memahami hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, namun menekankan bahwa hal tersebut harus dilakukan dalam koridor demokrasi yang sehat.
Menurut KMHDI, stabilitas nasional adalah prasyarat penting bagi keberlangsungan pembangunan, pertumbuhan ekonomi, dan perlindungan terhadap masyarakat kecil. Tanpa stabilitas, upaya-upaya untuk memajukan bangsa akan terhambat dan justru merugikan semua pihak.
Dalam menghadapi situasi global yang penuh ketidakpastian, bangsa Indonesia membutuhkan semangat gotong royong yang kuat. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh elemen sipil sangat diperlukan untuk mengatasi berbagai tantangan ekonomi yang muncul.
Prioritas Perlindungan Masyarakat Kecil dan BBM Subsidi
Di sisi lain, KMHDI juga meminta pemerintah dan Pertamina untuk terus menjaga ketersediaan serta distribusi BBM subsidi. Khususnya Pertalite dan Biosolar, harus tetap mudah diakses oleh masyarakat kecil, petani, nelayan, pelaku UMKM, serta sektor-sektor produktif yang sangat bergantung pada energi terjangkau.
Pemerintah sendiri telah memastikan bahwa harga BBM subsidi tidak mengalami perubahan di tengah penyesuaian BBM nonsubsidi. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk melindungi daya beli masyarakat yang paling rentan terhadap fluktuasi harga energi.
Wayan Ardi Adnyana menegaskan, "Keberpihakan kepada rakyat harus tetap menjadi prioritas. Kami mendorong pemerintah untuk memastikan pasokan Pertalite dan Biosolar tetap aman serta distribusinya tepat sasaran. Masyarakat kecil tidak boleh menjadi pihak yang paling terdampak dalam situasi global yang tidak menentu ini."
Edukasi Publik dan Persatuan Bangsa Hadapi Tantangan Ekonomi
KMHDI mengingatkan bahwa tantangan ekonomi akibat gejolak geopolitik global tidak hanya dialami Indonesia, tetapi juga berbagai negara lain yang menghadapi tekanan harga energi dan biaya hidup. Oleh karena itu, diperlukan kedewasaan bersama dalam melihat persoalan secara objektif serta menghindari provokasi yang dapat memecah persatuan bangsa.
Sebagai organisasi kader yang berlandaskan nilai Dharma dan kebangsaan, KMHDI berkomitmen untuk terus mendorong ruang-ruang edukasi publik yang konstruktif. Organisasi ini juga akan mengawal kebijakan pemerintah secara kritis serta memastikan kepentingan masyarakat tetap menjadi perhatian utama dalam setiap pengambilan kebijakan nasional.
Wayan Ardi Adnyana menutup dengan pesan, "Mari kita jaga Indonesia tetap kondusif. Kritik boleh disampaikan, aspirasi harus diperjuangkan, tetapi jangan sampai dilakukan dengan cara-cara yang merusak fasilitas umum, mengganggu ketertiban, atau menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat. Persatuan nasional harus tetap menjadi kekuatan utama bangsa dalam menghadapi tantangan global."
Sumber: AntaraNews