Bulog Siap Kelola Sembilan Bahan Pokok, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan rencana besar Bulog kelola sembilan bahan pokok sebagai badan otonom, demi stabilisasi harga dan ketahanan pangan nasional.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengumumkan rencana strategis untuk memperluas cakupan pengelolaan pangan. Bulog ke depan akan mengelola sembilan bahan pokok penting di Indonesia. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat stabilisasi pasokan, keterjangkauan harga, serta ketahanan pangan nasional.
Rencana ambisius ini akan terwujud ketika Bulog bertransformasi menjadi badan otonom, tidak lagi berfokus pada profitabilitas korporasi. Saat ini, Bulog masih memprioritaskan pengelolaan beras dan jagung sebagai komoditas utama. Peran baru ini diharapkan dapat terealisasi pada tahun 2026 setelah melalui pembahasan di Komisi IV DPR RI.
Rizal Ramdhani menyampaikan hal tersebut dalam acara Talkshow Panen Fest 2026 yang diselenggarakan di Jakarta. Perubahan status ini akan memungkinkan Bulog untuk lebih fokus pada fungsi penyangga pasokan dan stabilisasi harga. Transformasi ini juga sejalan dengan harapan Presiden Prabowo Subianto agar Bulog berperan lebih besar.
Perluasan Mandat Bulog untuk Stabilisasi Pangan
Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan bahwa pengelolaan sembilan bahan pokok tidak hanya mencakup beras dan jagung. Komoditas lain seperti minyak goreng, gula, telur, susu, hingga kedelai akan turut dikelola. "Jadi, Bulog ke depan bisa mengelola dan mengendalikan sembilan bahan pokok. Bukan hanya beras dan jagung, tapi nanti ada minyak, gula, telur, sampai dengan susu, bahkan kedelai dan lain sebagainya," kata Rizal.
Saat ini, Bulog masih memegang tanggung jawab utama dalam menjaga ketersediaan beras dan jagung sebagai lembaga logistik milik negara. Perusahaan pelat merah ini berperan krusial dalam memastikan pasokan pangan tetap terjaga. Fokus Bulog kelola sembilan bahan pokok akan memperluas jangkauan intervensi pasar.
Perluasan peran Bulog ini sejalan dengan konsep yang sedang dibahas antara pemerintah dan Komisi IV DPR RI. Pembahasan tersebut bertujuan untuk memperkuat posisi Bulog dalam pengelolaan logistik pangan nasional. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah terhadap ketahanan pangan.
Harapan Presiden dan Transformasi Menuju Badan Otonom
Presiden Prabowo Subianto secara khusus mengharapkan agar Bulog dapat berkembang menjadi lembaga yang lebih besar. Beliau menginginkan Bulog berperan lebih luas dalam stabilisasi pangan nasional. Rizal Ramdhani juga berharap Bulog dapat kembali seperti era kepemimpinan Bustanil Arifin.
"Bapak Presiden Republik Indonesia berharap Bulog ke depan menjadi lebih besar. Diharapkannya seperti dulu, zamannya Pak Bustanil Arifin (mantan Kepala Bulog pada era Orde Baru, dari tahun 1973 hingga 1993)," beber Rizal. Transformasi ini akan mengubah Bulog dari entitas korporasi menjadi badan otonom.
Sebagai badan otonom, Bulog tidak lagi perlu memperhitungkan untung rugi dalam setiap operasinya. Fungsi utamanya akan kembali sebagai penyangga pasokan dan stabilisasi harga pangan. Konsep ini krusial untuk mencapai swasembada pangan yang ditargetkan pada tahun 2027.
Proses penguatan peran Bulog ini masih dalam tahap pembahasan intensif di Komisi IV DPR RI. Komisi ini membidangi urusan pertanian, lingkungan hidup, kehutanan, serta kelautan dan perikanan. Diharapkan rencana Bulog kelola sembilan bahan pokok ini dapat segera terwujud.
Target Implementasi dan Penguatan Peran Bulog
Rizal Ramdhani optimis bahwa rencana menjadikan Bulog sebagai badan otonom dapat terwujud pada tahun 2026. "Saat ini sedang digodok oleh Ibu (Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto). Mudah-mudahan di tahun 2026 ini bisa terwujud," kata Rizal.
Dengan terwujudnya transformasi ini, peran Bulog dalam stabilisasi pangan nasional akan semakin kuat dan efektif. Pengelolaan sembilan bahan pokok secara komprehensif akan memberikan dampak positif. Ini termasuk ketersediaan dan keterjangkauan harga bagi masyarakat.
Transformasi Perum Bulog menjadi badan otonom pertama kali diumumkan pada awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ini menandakan komitmen serius pemerintah. Tujuannya adalah untuk mencapai swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan jangka panjang.
Sumber: AntaraNews