Kementerian Kesehatan (Kemenkes) secara resmi menepis kabar yang beredar di media sosial mengenai dugaan penggelembungan anggaran pengadaan alat kesehatan (alkes) untuk layanan hemodialisis (HD) di RSUD KH Muhammad Thohir Krui, Pesisir Barat, Lampung. Isu ini mencuat dan menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat mengenai transparansi anggaran kesehatan.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi di Jakarta pada Minggu, 21 Juni, menjelaskan bahwa RSUD tersebut sebenarnya menerima dukungan alkes dengan total nilai mencapai Rp56,7 miliar. Klarifikasi ini diharapkan dapat meluruskan informasi yang salah dan memberikan pemahaman yang akurat kepada publik.
Aji Muhawarman juga menguraikan bahwa pernyataan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengenai pengadaan senilai Rp30 miliar saat berdialog dengan Presiden Prabowo Subianto pada peresmian RSUD tersebut merujuk pada nilai total pengadaan alkes canggih untuk setiap 66 RSUD yang tergabung dalam Program Hasil Cepat Terbaik (PHTC) atau Quick Win. Penjelasan ini menegaskan konteks dari angka yang disebutkan.
Advertisement
Advertisement
Setiap RSUD yang menjadi bagian dari program Strengthening Indonesia's Healthcare Referral Network (SIHREN) akan mendapatkan dukungan alat kesehatan canggih senilai lebih dari Rp30 miliar. Program ini bertujuan untuk memperkuat jaringan rujukan layanan kesehatan di Indonesia, memastikan fasilitas kesehatan memiliki peralatan modern.
Alat-alat canggih yang termasuk dalam program ini sangat beragam, meliputi cathlab, CT scan 64 slice, echocardiography, dan mammography. Pengadaan ini dirancang untuk meningkatkan kapabilitas diagnostik dan penanganan medis di rumah sakit daerah, sehingga masyarakat tidak perlu lagi dirujuk ke kota besar.
Aji Muhawarman menegaskan bahwa RSUD Krui sendiri menerima bantuan sekitar Rp31,7 miliar pada tahun ini khusus untuk pengadaan alat-alat canggih tersebut. Angka ini tidak hanya diperuntukkan bagi layanan hemodialisis (HD) saja, melainkan untuk berbagai kebutuhan medis lainnya yang lebih luas.
Advertisement
Advertisement
Selain alkes canggih, setiap RSUD juga akan menerima bantuan alat kesehatan mendasar dengan kisaran nilai antara Rp20 miliar hingga Rp30 miliar. Bantuan ini krusial untuk memastikan operasional harian rumah sakit berjalan optimal dan memenuhi standar pelayanan minimal.
Untuk RSUD Krui, bantuan alat kesehatan mendasar yang dialokasikan untuk tahun anggaran 2025 dan 2026 mencapai sekitar Rp25 miliar. Dana ini akan digunakan untuk pengadaan berbagai peralatan esensial yang menunjang pelayanan pasien secara menyeluruh.
Sejumlah alat yang akan diadakan meliputi bed patient, defibrillator, mesin anestesi, patient monitor, patient monitor ICU, syringe pump, USG, serta ventilator untuk layanan dewasa, anak, dan anestesi. Peralatan ini sangat vital untuk penanganan pasien di berbagai unit perawatan.
Advertisement
Daftar alat juga mencakup bed ICU set, instrument general surgery, instrument sectio caesaria, mobile X-Ray, operating lamp, operating table, plasma sterilizer, dan infusion pump. Berbagai alat penunjang pelayanan kegawatdaruratan dan ruang operasi juga termasuk dalam daftar, memastikan kesiapan RSUD Krui dalam menghadapi kondisi darurat.
Advertisement
Aji Muhawarman berharap agar masyarakat tidak mudah termakan oleh hoaks yang beredar, terutama yang menyudutkan Menteri Kesehatan seolah-olah melakukan penggelembungan harga. Kemenkes berkomitmen untuk transparansi dan akuntabilitas dalam setiap pengadaan.
Penguatan RSUD Krui Pesisir Barat, Lampung, melalui bantuan alkes ini diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat setempat. Ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk meratakan fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia.
Dengan fasilitas yang lebih lengkap dan modern, masyarakat Pesisir Barat diharapkan dapat memperoleh layanan kesehatan yang lebih baik tanpa harus banyak dirujuk ke luar daerah. Hal ini akan mengurangi beban biaya dan waktu perjalanan pasien serta keluarga.
Advertisement
Sumber: AntaraNews