Pekerja Migran Indonesia Alami Trauma Psikologis, Penempatan ke Timur Tengah Sementara akan Dibatasi
Ada 20 pekerja WNI di wilayah terdampak konflik Timur Tengah.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengungkapkan, 20 pekerja WNI di wilayah terdampak konflik Timur Tengah.
Mukhtarudin memastikan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menyiapkan mitigasi apabila perang semakin parah dengan membentuk Tim Crisis Monitoring Dirjen Perlindungan.
"Secara harian melakukan monitoring dan koordinasi dengan perwakilan kita yang ada di luar negeri. Terutama di daerah-daerah yang konflik dan sekitar daerah konflik. Serta melakukan langkah-langkah mitigasi perlindungan," kata Mukhtarudin dalam rapat Komisi IX DPR, Rabu (8/4).
Pengiriman Pekerja Migran di Timur Tengah Ditangguhkan
P2MI akan mempertimbangkan menangguhkan pengiriman pekerja ke Timur Tengah. "Jadi kita juga mitigasi, sehingga daerah-daerah yang memang rawan sangat konflik dan berpotensi tidak, konfliknya membesar, kita akan cooling down untuk melakukan penempatan," ujar Mukhtarudin.
Pekerja Migran Alami Trauma Psikologis
Menurutnya, mayoritas pekerja migran di daerah konflik juga terdampak dari sisi psikologis atau mendapatkan trauma.
"Tapi traumatik, psikologis ini mereka rasakan karena mendengar bom, rudal, yang hari-hari mereka agak sedikit. Dan kita menyiapkan sudah konsultasi psikologis secara daring, online ya, sesuai dengan kebutuhan yang dibutuhkan. Dan ini sudah berjalan," pungkasnya.