Paskah Gereja Santa Maria Blok Q Usung Tema "Keutuhan Alam Ciptaan", Ajak Jemaat Peduli Lingkungan
Gereja Santa Perawan Maria Ratu Blok Q merayakan Paskah 2026 dengan tema "Keutuhan Alam Ciptaan", mengajak jemaat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, khususnya pengelolaan sampah.
Gereja Katolik Santa Perawan Maria Ratu, Paroki Blok Q, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menyambut perayaan Paskah 2026 dengan mengusung tema "Keutuhan Alam Ciptaan". Tema ini selaras dengan Arah Dasar Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) tahun 2026 yang berfokus pada isu lingkungan. Perayaan Paskah Gereja Santa Maria ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran ekologis di kalangan jemaat.
Ketua Panitia Besar Paskah 2026 Gereja Santa Perawan Maria Ratu Blok Q, Christopher Widyastanto, menjelaskan bahwa tema tersebut bertujuan mengingatkan kembali ciptaan Tuhan untuk lebih peduli terhadap alam dan sekitarnya. Ini merupakan dorongan kuat bagi jemaat untuk merefleksikan tanggung jawab mereka terhadap bumi. Kepedulian lingkungan menjadi inti dari pesan Paskah tahun ini.
Pihak gereja telah melakukan persiapan matang sejak empat bulan lalu, tepatnya Januari 2026, untuk memastikan kelancaran seluruh rangkaian ibadah. Persiapan ini mencakup gladi resik yang telah dilaksanakan minggu lalu. Kenyamanan dan kekhusyukan ibadah Paskah Gereja Santa Maria menjadi prioritas utama panitia.
Semangat "Keutuhan Alam Ciptaan" dalam Perayaan Paskah
Tema "Keutuhan Alam Ciptaan" yang diusung dalam Paskah Gereja Santa Maria ini bukan sekadar slogan, melainkan ajakan nyata untuk bertindak. Christopher Widyastanto menekankan pentingnya menumbuhkan rasa kepedulian dari hati para jemaat terhadap lingkungan sekitar. Fokus utama adalah pada pengelolaan sampah, sebagai langkah awal yang paling sederhana namun berdampak besar.
"Kita mau meningkatkan kepedulian jemaat untuk kembali ke alam ciptaan, baik berupa hal yang paling simpel, seperti mengatur sampah demi lebih peduli lingkungan," ujar Christopher. Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen gereja untuk mengintegrasikan nilai-nilai ekologis dalam praktik keagamaan. Inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan perubahan perilaku yang positif di tengah masyarakat.
Melalui tema ini, Gereja Santa Perawan Maria Ratu Blok Q berupaya menginspirasi jemaat untuk menjadi agen perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Perayaan Paskah menjadi momen refleksi spiritual sekaligus panggilan untuk aksi nyata. Kesadaran akan pentingnya menjaga alam ciptaan menjadi bagian tak terpisahkan dari iman.
Persiapan Matang dan Kekhusyukan Ibadah Jumat Agung
Untuk memastikan kelancaran perayaan Paskah, panitia Gereja Santa Maria telah bekerja keras selama empat bulan terakhir. Persiapan yang dimulai sejak Januari 2026 ini menunjukkan dedikasi tinggi dalam menyambut salah satu hari raya terpenting umat Kristiani. Gladi resik juga telah dilaksanakan untuk memastikan setiap detail berjalan sempurna.
Persiapan yang matang ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan kekhusyukan ibadah para jemaat. Pada Jumat Agung, Gereja Katolik Santa Perawan Maria Ratu menyelenggarakan tiga misa. Misa pertama pada pukul 11.00 WIB menggunakan Bahasa Inggris, sementara dua misa berikutnya pada pukul 15.00 WIB dan 18.30 WIB dilaksanakan dalam Bahasa Indonesia.
Seorang jemaat bernama Maria mengapresiasi pelaksanaan ibadah di gereja tersebut. “Ibadahnya tertib dan suasananya sangat khidmat,” ungkap Maria. Testimoni ini menunjukkan bahwa upaya panitia dalam menciptakan suasana ibadah yang kondusif telah berhasil. Kekhusyukan ibadah Paskah Gereja Santa Maria menjadi pengalaman spiritual yang mendalam bagi jemaat.
Pengamanan Maksimal untuk Paskah yang Aman
Selain persiapan internal gereja, aspek keamanan juga menjadi perhatian utama selama perayaan Paskah. Polres Metro Jakarta Selatan menyiagakan 144 personel untuk mengamankan rangkaian ibadah Paskah di wilayahnya. Pengamanan ini mencakup 13 titik gereja yang tersebar di Jakarta Selatan, termasuk Gereja Santa Perawan Maria Ratu Blok Q.
Langkah pengamanan ini bertujuan untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan aman dan lancar tanpa gangguan. Kehadiran personel keamanan memberikan rasa tenang bagi jemaat yang beribadah. Koordinasi antara pihak gereja dan aparat keamanan menjadi kunci sukses perayaan Paskah yang damai.
Pengamanan yang ketat ini menunjukkan komitmen pemerintah dan aparat penegak hukum dalam menjaga toleransi dan kebebasan beragama. Dengan adanya pengamanan maksimal, jemaat dapat fokus pada ibadah dan refleksi spiritual mereka. Perayaan Paskah Gereja Santa Maria dapat berlangsung dengan tenang dan penuh sukacita.
Sumber: AntaraNews