Mobil Hancur Total Usai Ditabrak Kereta Api, 8 Orang Meninggal
Seluruh penumpang di dalam mobil yang berjumlah delapan orang dilaporkan meninggal dunia.
Kecelakaan maut yang melibatkan Kereta Api Sribilah Utama relasi Rantau Prapat – Medan dan minibus jenis Toyota Avanza BK 1657 ABP di Kota Tebing Tinggi, Sumatra Utara, berakhir tragis.
Seluruh penumpang di dalam mobil yang berjumlah delapan orang dilaporkan meninggal dunia usai kendaraan mereka dihantam dan terseret sejauh 300 meter, Rabu (21/1) malam.
Insiden memilukan ini terjadi sekitar pukul 18.47 WIB di perlintasan rel Jalan Abdul Hamid, Kelurahan Bagelen, Kecamatan Padang Hilir.
Kasi Humas Polres Tebing Tinggi, Iptu Budi Santoso, mengonfirmasi bahwa delapan korban jiwa tersebut terdiri dari enam orang dewasa dan dua orang balita.
"Mobil melintasi rel kereta api dan di saat bersamaan rangkaian kereta melintas sehingga terjadi tabrakan hebat. Mobil terseret sejauh kurang lebih 300 meter dari lokasi awal kejadian," ujar Budi, Kamis (22/1).
Awalnya, tiga orang dilaporkan meninggal di tempat. Namun, setelah penanganan lebih lanjut, total korban meninggal dunia dikonfirmasi berjumlah delapan orang. Rincian korban tewas adalah dua balita, serta enam orang dewasa yang terdiri dari empat perempuan dan dua laki-laki.
"Seluruh korban telah dievakuasi oleh pihak terkait. Kami sangat menyayangkan kejadian ini dan mengimbau masyarakat untuk selalu waspada saat melewati perlintasan kereta api," ungkap Budi.
Mobil Hancur Total
Kondisi mobil Avanza tersebut dilaporkan hancur total akibat benturan keras dan tarikan mesin kereta api yang begitu jauh. Pihak kepolisian saat ini masih mendalami identitas lengkap para korban dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Sementara itu, Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan kecelakaan ini juga menyebabkan lokomotif KA Sribilah Utama mengalami kerusakan parah sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan. Pihak KAI terpaksa mengirimkan lokomotif penolong dari Stasiun Tebing Tinggi untuk mengevakuasi rangkaian kereta.
"Seluruh kru dan penumpang KA Sribilah Utama selamat. Namun, kereta mengalami kelambatan hingga 84 menit akibat perbaikan lokomotif di Stasiun Tebing Tinggi,"