Update Tragedi Tebing Tinggi: Korban Tewas Avanza Dihantam Kereta Api Bertambah Jadi 9 Orang
Sang pengemudi yang belum diketahui identitasnya itu sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Jumlah korban tewas dalam kecelakaan maut antara mobil Toyota Avanza dan Kereta Api (KA) Sribilah Utama di Tebing Tinggi bertambah menjadi sembilan orang.
Sang pengemudi yang belum diketahui identitasnya itu sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit akhirnya dinyatakan meninggal dunia menyusul delapan penumpang lainnya yang tewas di lokasi kejadian.
Dirlantas Polda Sumut, Kombes Pol Firman Darmansyah, mengonfirmasi bahwa seluruh penumpang di dalam mobil bernomor polisi BK 1657 ABP tersebut kini telah dinyatakan meninggal dunia.
"Delapan korban meninggal di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya yakni pengemudi mobil sempat dilarikan ke RS Bhayangkara. Namun, informasi terbaru yang kami terima, pengemudi tersebut akhirnya juga meninggal dunia malam tadi, sehingga total korban menjadi sembilan orang," ungkap Firman, Kamis (22/1).
Mobil yang Mengangkut Rombongan Asal Medan
Insiden tragis ini terjadi pada Rabu petang (21/1) di perlintasan liar kilometer 83+300, Kelurahan Bagelen, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi, Sumut. Mobil yang mengangkut rombongan asal Medan dan Deli Serdang tersebut dihantam KA Sribilah Utama relasi Rantau Prapat–Medan hingga terseret sejauh 300 meter.
Diduga, kecelakaan dipicu lantaran pengemudi kurang waspada saat melintasi perlintasan sebidang tanpa palang pintu. Para korban saat itu sedang dalam perjalanan untuk mengunjungi keluarga di Kota Tebing Tinggi.
"Sebagai bentuk pelayanan, Polda Sumut memfasilitasi pengawalan ambulans untuk membawa seluruh jenazah menuju rumah duka masing-masing di Medan dan Deli Serdang," tandas Firman.
9 Korban Meninggal Dunia
Berdasarkan data kepolisian, berikut identitas ke-9 korban meninggal dunia, yaitu Abdul Kadir Al Jaelani (42), Rizal (59), Daratul (50), Risnawati (57), MH (4), Muhammad Rafka Attaqih, Asrah (80), Sri Devi (41), dan satu korban tambahan dalam proses verifikasi administratif namun telah dinyatakan meninggal dunia.