Milad MUI ke-50, Ma'ruf Amin Minta Ulama Jaga Umat dari Fatwa Nyeleneh
Kiai Ma’ruf Amin berpesan kepada para ulama agar dapat menjaga kerukunan.
Ketua Dewan Pertimbangan MUI KH Ma’ruf Amin berpesan kepada para ulama agar dapat menjaga kerukunan. Wakil Presiden ke-13 RI itu juga meminta agar ulama mampu menjaga umat dari perpecahan dan perselisihan.
“Yang masih perlu terus dimantapkan dan dijaga terus adalah menjaga umat dari perpecahan dan perselisihan, ini kunci. Karena (kalau) sudah ada perpecahan, ada perselisihan, program apapun tidak akan bisa kita laksanakan,” ujar Kiai Ma’ruf saat berpidato pada milad ke-50 Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, seperti dikutip Minggu (27/7/2025).
Kiai Ma'ruf juga menegaskan, MUI memiliki peran untuk terus melaksanakan peran pentingnya sebagai khodimul ummah dan juga sodiqul hukumah.
Fatwa
"MUI selama 50 tahun berkhidmat untuk umat, untuk bangsa dan negara. MUI tidak boleh berhenti dan harus terus melakukan pengabdian berdasarkan perannya sebagai khodimul ummah dan juga sodiqul hukumah. Maka tidak boleh berhenti," ujar dia.
Selain itu, Kiai Ma'ruf juga berpesan, MUI harus menjaga umat dari fatwa yang nyeleneh, fatwa yang keras, dan fatwa yang memudah-mudahkan. Sebab, fatwa harus sesuai dengan prinsip-prinsip yang ada.
Kemudian, lanjut dia, MUI harus menjaga ummat dari makan minum yang tidak halal, menjaga umat dari muamalah yang tidak sesuai syariat, dan lain sebagainya.
"Yang menjadi kunci dari semua hal tersebut adalah MUI harus menjaga umat dari perpecahan dan perselisihan. Sebab kalau ada keduanya, program apapun tidak dapat kita laksanakan," kata dia.
Kiai Ma'ruf pun percaya, kerukunan antarumat adalah kunci dari kerukunan antaragama maupun antarbangsa.
"Rusaknya kerukunan ummat itu karena tidak rukunnya ulama. Maka yang paling utama dijaga adalah dijaga ulamanya dari perselisihan dan perpecahan," pungkasnya.