Meski 3 Kali Bertemu, Ini Alasan Pertemuan Trump Kim Belum Terjadwal di Kunjungan Asia
Presiden AS Donald Trump belum menjadwalkan Pertemuan Trump Kim saat kunjungan ke Asia pekan depan, meskipun sinyal diplomasi tetap terbuka. Akankah ada kejutan?
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, belum memiliki rencana untuk bertemu dengan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, selama kunjungan resminya ke Asia pada pekan depan. Informasi ini disampaikan oleh seorang pejabat senior AS pada Jumat, meskipun ia tidak menampik kemungkinan bahwa situasi bisa berubah sewaktu-waktu.
Pejabat yang tidak ingin disebutkan namanya tersebut menanggapi pertanyaan mengenai potensi Pertemuan Trump Kim di Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan kedua Korea. Ia menekankan bahwa meskipun belum ada dalam jadwal, pintu komunikasi antara kedua pemimpin tetap terbuka lebar.
Donald Trump sendiri dijadwalkan akan melakukan kunjungan dua hari ke Korea Selatan pada Rabu mendatang. Kunjungan ini merupakan bagian dari tur Asia yang lebih luas, termasuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Gyeongju pada 31 Oktober hingga 1 November.
Spekulasi dan Sinyal Diplomasi
Meskipun belum ada jadwal resmi, spekulasi mengenai potensi Pertemuan Trump Kim terus beredar luas. Hal ini dipicu oleh pernyataan Gedung Putih yang menegaskan bahwa Presiden Trump tetap terbuka untuk berdialog dengan Kim Jong-un tanpa adanya prasyarat.
Berbagai laporan media turut memperkuat dugaan tersebut, menyebutkan bahwa otoritas Korea Utara telah memulai pembersihan area di sisi Panmunjom. Tindakan semacam ini seringkali diinterpretasikan sebagai persiapan untuk acara-acara penting yang melibatkan pertemuan tingkat tinggi.
Bahkan, program kunjungan ke Panmunjom juga dikabarkan ditangguhkan selama periode berlangsungnya KTT APEC. Situasi ini semakin menambah tanda tanya dan harapan akan adanya kejutan diplomatik di tengah kunjungan Trump ke kawasan Asia.
Dukungan Korea Selatan dan Sejarah Pertemuan
Pemerintahan Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, secara konsisten mendukung upaya Presiden Trump untuk melanjutkan dialog dengan Kim Jong-un. Dukungan ini merupakan bagian integral dari dorongan besar untuk menurunkan ketegangan dan mempromosikan perdamaian yang berkelanjutan di Semenanjung Korea.
Pada pertemuan sebelumnya di Gedung Putih pada Agustus lalu, Presiden Trump sempat menyatakan harapannya untuk dapat bertemu dengan Kim Jong-un pada tahun ini. Presiden Lee Jae Myung pun menegaskan komitmennya untuk membantu dan mendukung penuh upaya perdamaian tersebut.
Sebagai informasi, Donald Trump dan Kim Jong-un telah bertemu sebanyak tiga kali dalam sejarah diplomasi mereka. Pertemuan pertama terjadi di Singapura pada Juni 2018, dilanjutkan di Hanoi pada Februari 2019, dan terakhir di desa perbatasan Panmunjom pada Juni 2019.
Sumber: AntaraNews