Menhut: Pada Titik Ekstrim, Hutan Tak Boleh Diganggu
Antoni mengungkapkan, pemerintah pusat akan menjadikan Riau sebagai contoh model pembangunan berkelanjutan.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan, pengelolaan hutan tak harus berada dalam posisi ekstrem. Menurutnya, penting untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan lingkungan hidup dan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat.
Pernyataan ini disampaikan saat menerima kunjungan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota se-Provinsi Riau dalam rapat koordinasi di Jakarta, Senin (5/5), yang membahas perkembangan dan persoalan kehutanan di wilayah tersebut.
"Saya kira kita tidak boleh berdiri pada titik ekstrem di mana hutan adalah segalanya, nggak boleh diganggu. Atau sebaliknya, kita juga tidak boleh pada titik ekstrem yang tidak peduli sama sekali dengan hutan dan lingkungan hidup, hanya dengan pembangunan," kata Antoni.
Titik Temu Ekologi dan Ekonomi
Antoni menegaskan, pendekatan ekstrem tidak akan menyelesaikan persoalan di lapangan. Diperlukan pendekatan kompromi antara ekologi dan ekonomi.
"Saya kira ada titik-titik temu, jalan tengah yang kita bisa temukan untuk mengkompromikan antara lingkungan dan pembangunan, antara ekonomi dan ekologi," ujarnya.
Antoni mengungkapkan, pemerintah pusat akan menjadikan Riau sebagai contoh model pembangunan berkelanjutan yang memadukan pelestarian alam dengan kepentingan pembangunan daerah.
Namun, keberhasilan ini membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga masyarakat.
"Riau akan kita jadikan contoh, kalau kita bisa mengakselerasi. Saya berharap bapak gubernur ada quick win masalah. Banyak sekali kalau bisa kita selesaikan langsung," ungkapnya.
Antoni mencontohkan, sering kali fasilitas umum seperti sekolah, masjid, surau, hingga jalan tidak dapat dibangun hanya karena berada di dalam kawasan hutan. Ia menilai hal itu bisa diselesaikan dengan pendekatan yang tepat.
"Paling tidak quick win itu apa. Misalkan fasilitas umum… tidak terbangun hanya karena itu kawasan hutan, saya kira itu bisa kita selesaikan, sehingga masyarakat merasa kita hadir," pungkasnya.