Medan Banjir, Perkuliahan di Sejumlah Kampus Beralih ke Daring
Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara termasuk Kota Medan membuat perkuliahan di beberapa kampus berlangsung daring.
Cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir di Kota Medan, Sumatera Utara, berimbas terhadap dunia pendidikan. Banjir yang merendam Kota Medan membuat sejumlah Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta mengalihkan perkuliahan dari tatap muka menjadi daring.
Hal itu dilakukan setidaknya tiga kampus ternama di Kota Medan, yaitu Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Universitas Negeri Sumatera Utara (USU), dan Universitas Negeri Medan (Unimed).
"Kami di UMSU mengalihkan perkuliahan tatap muka menjadi WFH (perkuliahan daring) karena cuaca ekstrem di Medan hujan dan banjir saat ini," kata Kepala Humas dan Protokoler UMSU, Ribut Priadi, Kamis (27/11).
Tatap muka pekan depan
Ribut menjelaskan perkuliahan daring dimulai 27 sampai 29 November 2025. Seluruh civitas academica juga menerapkan work from home (WFH). UMSU membuka peluang perkuliahan tatap muka bakal dilakukan pada 1 Desember 2025, pekan depan.
"Tapi kami lihat situasi dan kondisi cuaca ini. Apabila tidak memungkinkan akan dilanjutkan perkuliahan secara daring," jelas Ribut.
Sementara itu, Rektor USU Muryanto Amin, telah menerbitkan surat edaran terkait dengan civitas academica-nya untuk menerapkan perkuliahan daring dan WFH pada 27 hingga 28 November 2025.
Surat edaran
"Seluruh dosen dan tenaga kependidikan USU agar melaksanakan aktivitas pekerjaan secara WFH. Seluruh dosen dan mahasiswa melaksanakan kegiatan perkuliahan secara daring," katanya.
Hal senada juga diterapkan oleh Universitas Negeri Medan (Unimed). Rektor Unimed, Baharuddin, telah menerbitkan surat edaran terkait aktivitas akademik imbas dari cuaca ekstrem.
"Unit kerja diperkenankan untuk menyelenggarakan layanan dengan menerapkan metode WFH pada Jumat 28 November 2025. Seluruh kegiatan pembelajaran pada tanggal 28 November 2025, dilakukan secara daring dengan memanfaatkan platform pembelajaran daring," ucapnya.