Mantan Panglima GAM, Ini Profil Gubernur Mualem Tegaskan 4 Pulau Milik Aceh
Mualem, mantan panglima GAM, kini menjabat sebagai Gubernur Aceh ke-20 dengan visi perdamaian.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf menegaskan, empat pulau yang menuai polemik antara Aceh dengan Sumatera Utara merupakan milik provinsinya. Keempat pulau itu ialah Pulau Mangkir Gadang, Pulau Mangkir Ketek, Pulau Lipan, dan Pulau Panjang.
"Empat pulau itu sebenarnya itu kan kewenangan Aceh," kata pria yang akrab disapa Mualem di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (12/6).
Dia menegaskan, dirinya bukti, hingga data yang kuat jika pulau itu milik Aceh.
"Jadi kami punya alasan kuat, punya bukti kuat, punya data kuat, sejak zaman dahulu itu punya Aceh," ujarnya.
Muzakir Manaf, lebih dikenal sebagai Mualem, adalah seorang politikus Indonesia yang baru saja dilantik sebagai Gubernur Aceh ke-20. Ia lahir pada 3 April 1964 di Seunuddon, Aceh Utara, dan memiliki latar belakang yang unik sebagai mantan panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Mualem menjalani perjalanan hidup yang penuh liku, dari perjuangan bersenjata hingga memasuki dunia politik.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Mualem melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala. Namun, ia memilih untuk bergabung dengan GAM dan menjalani pelatihan militer di Libya antara tahun 1986 hingga 1989. Selama di Libya, Mualem bahkan sempat menjadi pengawal pribadi pemimpin Libya, Muammar Khadafi.
Kembali ke Aceh, Mualem berperan penting dalam perjuangan GAM dan menjadi panglima tertinggi setelah gugurnya Abdullah Syafi'i pada tahun 2002. Peran ini menandai awal dari pengaruh besar Mualem dalam sejarah Aceh.
Peralihan ke Dunia Politik
Setelah perjanjian damai Helsinki pada tahun 2005, Mualem beralih ke dunia politik dengan mendirikan Partai Aceh pada tahun 2007. Ia menjabat sebagai ketua umum pertama partai tersebut, yang menjadi wadah bagi mantan anggota GAM untuk berkontribusi dalam pemerintahan. Mualem juga pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Aceh periode 2012-2017.
Pada tanggal 12 Februari 2025, Mualem dilantik sebagai Gubernur Aceh periode 2025-2030. Pelantikan ini dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian atas nama Presiden Prabowo Subianto. Kemenangannya menandai kembalinya Mualem ke puncak kepemimpinan Aceh setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Gubernur.
Visi dan Kontroversi
Sebagai Gubernur Aceh, Mualem dikenal sebagai sosok yang berpengaruh dan kontroversial. Ia memiliki visi untuk membawa perdamaian dan pembangunan di Aceh, yang selama ini masih terpengaruh oleh konflik masa lalu. Mualem berkomitmen untuk memperkuat stabilitas dan kesejahteraan masyarakat Aceh.
Namun, perjalanan politik Mualem tidak lepas dari tantangan. Beberapa pihak menganggap latar belakangnya sebagai mantan panglima GAM menjadi sorotan, baik positif maupun negatif. Meskipun demikian, Mualem tetap berupaya untuk menunjukkan bahwa ia dapat menjadi pemimpin yang membawa perubahan positif bagi Aceh.
- Muzakir Manaf, atau Mualem, lahir pada 3 April 1964 di Aceh Utara.
- Ia merupakan mantan panglima GAM yang beralih ke dunia politik setelah perjanjian damai 2005.
- Mualem dilantik sebagai Gubernur Aceh ke-20 pada 12 Februari 2025.