Manajemen PT Kristalin Sayangkan Penyerangan Pos Keamanan di Nabire, Korban Jiwa Berjatuhan
PT Kristalin Ekalestari menyayangkan penyerangan pos keamanan di Nabire yang sebabkan korban jiwa. Simak kronologi dan pernyataan resmi terkait insiden Penyerangan Pos Keamanan Nabire ini.
PT Kristalin Ekalestari menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden penyerangan dan pembakaran pos keamanan di Bendungan Kali Musairo SP1 Lagari, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Peristiwa tragis ini dilaporkan terjadi pada Sabtu, 21 Februari, dan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Manajemen perusahaan menegaskan lokasi kejadian berada di luar area operasional mereka.
Deputi Direktur PT Kristalin Ekalestari, Teguh Arief Herlambang, menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu informasi terkini dari pemangku kepentingan terkait situasi di lapangan. Insiden ini terjadi antara pukul 13:30 WIT hingga 15:00 WIT, menurut laporan tim internal perusahaan. Pos keamanan yang diserang merupakan fasilitas yang berbatasan dengan akses menuju perusahaan.
Pihak perusahaan mengapresiasi respons cepat dari aparat keamanan dan menghimbau masyarakat untuk tetap tenang. Teguh juga meminta agar publik tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. PT Kristalin Ekalestari turut berbelasungkawa atas korban jiwa yang berjatuhan dalam insiden tersebut.
Klarifikasi dan Himbauan dari PT Kristalin
PT Kristalin Ekalestari menegaskan bahwa pos keamanan yang terbakar tersebut bukanlah bagian dari wilayah area perusahaan. Pos Kamtibmas itu dibangun untuk membantu menjaga keamanan dan dijaga oleh aparat yang bertugas di kawasan tersebut. Perusahaan menyatakan tidak ada konflik di wilayah operasional mereka.
Menurut keterangan dari tim internal, pos penjagaan tersebut dalam kondisi sepi saat insiden berlangsung. Manajemen PT Kristalin Ekalestari saat ini masih menantikan hasil penyelidikan dari tim pemadam kebakaran, kepolisian, dan TNI. Mereka mendukung penuh upaya aparat dalam menciptakan keamanan yang kondusif di wilayah tersebut.
Teguh Arief Herlambang juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas jatuhnya korban jiwa. Pihaknya sangat menyayangkan insiden tersebut dan berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pihak berwenang. Perusahaan berharap agar masyarakat tidak terpancing isu-isu yang tidak bertanggung jawab.
Identifikasi Pelaku dan Korban Jiwa
Kapolres Nabire, AKBP Samuel Tatiratu, mengungkapkan penyerangan pos pengamanan diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya. Pernyataan ini memberikan petunjuk awal mengenai identitas pelaku di balik insiden tragis tersebut. Aparat keamanan terus melakukan pengejaran dan penyelidikan lebih lanjut.
Dalam insiden penyerangan ini, dua orang dilaporkan meninggal dunia. AKBP Samuel Tatiratu menambahkan bahwa proses identifikasi korban masih berlangsung di RSUD Nabire. Kondisi jasad korban yang tidak utuh lagi menjadi tantangan dalam proses identifikasi.
Pihak kepolisian dan TNI terus bekerja sama untuk mengamankan lokasi kejadian dan memastikan situasi kondusif. Penyelidikan mendalam diharapkan dapat mengungkap motif di balik penyerangan ini serta menangkap para pelaku. Masyarakat diimbau untuk memberikan informasi yang relevan kepada aparat tanpa menyebarkan rumor.
Sumber: AntaraNews