Mahasiswa UMM Kembangkan Inovasi Mesin Pencuci Singkong Semi Mekanis untuk UMKM
Mahasiswa UMM berhasil menciptakan inovasi mesin pencuci singkong semi mekanis yang revolusioner, memangkas waktu produksi dan meningkatkan kualitas singkong bagi UMKM.
Tim mahasiswa dari Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah berhasil mengembangkan sebuah inovasi signifikan. Mereka menciptakan mesin pencuci singkong semi mekanis yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Inovasi ini diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam proses produksi singkong.
Mesin canggih ini mengintegrasikan teknologi drum spray dan water recirculation, menjadikannya solusi aplikatif yang efisien. Ketua tim, Nova Sinanti, menyatakan bahwa tujuan utama dari pengembangan ini adalah untuk memangkas waktu produksi yang selama ini sangat bergantung pada metode pencucian manual. Keberhasilan ini juga mengantarkan tim meraih gelar juara dalam sebuah kompetisi bergengsi.
Pengembangan mesin inovatif ini dilakukan di Malang, Jawa Timur, dan diumumkan pada Sabtu, 13 Juni. Inovasi ini tidak hanya mempercepat proses pencucian hingga drastis, tetapi juga dirancang untuk menjaga stabilitas mutu bahan baku. Dengan demikian, UMKM dapat menghasilkan produk olahan singkong berkualitas lebih tinggi.
Efisiensi dan Teknologi Canggih Mesin Pencuci Singkong
Mesin pencuci singkong semi mekanis yang dikembangkan oleh mahasiswa UMM ini menawarkan efisiensi waktu yang luar biasa. Nova Sinanti menjelaskan bahwa mesin ini mampu membersihkan 500 kilogram singkong hanya dalam waktu sekitar satu jam. Performa ini jauh lebih cepat dibandingkan metode manual yang membutuhkan empat hingga tujuh jam untuk volume yang sama.
Desain mesin dilengkapi dengan sistem ulir yang berfungsi untuk mengarahkan bahan baku secara otomatis, memastikan proses pencucian berjalan lancar. Selain itu, terdapat perangkap sedimen yang secara efektif memisahkan kotoran dari air. Fitur-fitur ini berkontribusi pada proses pencucian yang lebih bersih dan higienis.
"Mesin yang kami rancang mampu memangkas waktu pencucian 500 kilogram singkong dari yang awalnya butuh empat hingga tujuh jam menjadi hanya sekitar satu jam saja. Kami juga menambahkan fitur drum spray dan sirkulasi air yang terintegrasi dengan sedimen trap, sehingga pemakaian air jauh lebih hemat dan kotoran tidak bercampur kembali dengan singkong," papar Nova Sinanti. Sistem sirkulasi air ini tidak hanya menghemat penggunaan air, tetapi juga menjaga kebersihan singkong secara optimal.
Teknologi water recirculation yang terintegrasi dengan sedimen trap memastikan air yang digunakan dapat didaur ulang dan kotoran tidak kembali bercampur dengan singkong. Ini merupakan langkah maju dalam efisiensi sumber daya dan kebersihan produk.
Peningkatan Kualitas Produk dan Manfaat bagi UMKM
Selain efisiensi waktu, inovasi mesin pencuci singkong ini juga berfokus pada peningkatan kualitas bahan baku. Nova menegaskan bahwa teknologi air yang mereka kembangkan didesain agar tidak merusak tekstur daging singkong. Ini sangat penting untuk menjaga integritas dan kualitas produk olahan singkong.
"Penggunaan sistem sirkulasi pada alat kami berperan layaknya bantalan air, sehingga kulit singkong bisa terkelupas dan bersih tanpa melukai dagingnya. Dengan hasil pencucian yang maksimal, UMKM nantinya bisa memproduksi keripik dengan warna yang lebih cerah dan rasa yang tidak pahit akibat sisa getah atau pasir," ucap Nova Sinanti. Hasil pencucian yang optimal ini akan berdampak langsung pada kualitas keripik singkong yang dihasilkan UMKM.
Peningkatan kualitas ini tidak hanya membuat produk lebih menarik secara visual, tetapi juga meningkatkan cita rasa. Singkong yang bersih dari getah dan pasir akan menghasilkan keripik dengan rasa yang lebih gurih dan tidak pahit. Hal ini tentu akan meningkatkan daya saing produk UMKM di pasaran.
Dosen pembimbing proyek, Dr. Ir. Yepy Komaril Sofi'i, sangat bangga dengan dedikasi tim mahasiswa. Ia berharap mesin ini dapat segera masuk ke tahap fabrikasi dan diimplementasikan langsung oleh UMKM. "Inovasi ini adalah bukti bahwa mahasiswa UMM mampu menerjemahkan ilmu teknik ke dalam solusi nyata. Saya berharap mesin pencuci singkong ini dapat segera diproduksi agar dirasakan manfaatnya secara langsung oleh para pelaku UMKM kita," ujarnya.
Prestasi dan Pengakuan dalam Kompetisi Nasional
Keberhasilan tim mahasiswa UMM ini tidak hanya berhenti pada pengembangan inovasi, tetapi juga meraih pengakuan dalam ajang kompetisi bergengsi. Tim yang beranggotakan Nova Sinanti, Azka Firosyan Samana Putra, dan Raihan Rosyadi ini berhasil meraih gelar juara. Prestasi ini menunjukkan kualitas dan relevansi inovasi mereka.
Kompetisi ini diselenggarakan oleh Asosiasi Program Studi Teknik Mesin Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (APSTM-PT). Ajang ini menjadi wadah penting bagi mahasiswa aktif dari Program Studi Teknik Mesin PTMA se-Indonesia untuk mengadu gagasan dan inovasi mereka. Persaingan di babak final sangat ketat, melibatkan 15 tim unggulan.
Tim delegasi UMM tampil memukau para juri dengan rancangan mesin mereka yang dinilai solutif dan tepat guna. Keunggulan utama inovasi ini terletak pada kombinasi efisiensi teknologi dan kapasitas besar yang ditawarkannya. Hal ini menjadi nilai tambah yang signifikan dalam penilaian juri.
Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UMM memiliki potensi besar dalam menciptakan solusi inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat. Dukungan dari dosen pembimbing juga berperan penting dalam mengarahkan dan memotivasi tim hingga mencapai keberhasilan ini.
Sumber: AntaraNews