Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) telah berhasil mengembangkan sebuah inovasi penting di bidang pengolahan kopi. Inovasi tersebut berupa mesin sangrai kopi otomatis dan portabel yang dirancang khusus untuk mempermudah pelaku usaha kecil menengah (UMKM) hingga rumah tangga dalam menghasilkan biji kopi berkualitas.
Pengembangan mesin sangrai kopi otomatis ini lahir dari kebutuhan nyata di lapangan, khususnya dari seorang pelaku usaha kopi di Lampung. Dengan mesin ini, proses sangrai biji kopi dapat dilakukan dengan lebih presisi dan efisien, menjamin kualitas hasil akhir yang konsisten dan sesuai standar.
Dosen Teknologi Rekayasa Otomotif UMY, Rinasa Agistya Anugrah, menjelaskan bahwa keunggulan utama alat ini terletak pada kemampuannya mengontrol tiga parameter krusial. Parameter tersebut meliputi suhu, RPM (kecepatan putar), dan waktu, yang sangat menentukan cita rasa dan aroma biji kopi yang dihasilkan.
Advertisement
Advertisement
Keunggulan Teknologi Mesin Sangrai Otomatis UMY
Mesin sangrai kopi otomatis yang dikembangkan UMY ini menawarkan keunggulan yang membedakannya dari alat serupa di pasaran. Rinasa Agistya Anugrah menegaskan, "Keunggulan utama dari alat kami adalah kemampuannya untuk mengontrol tiga parameter penting dalam proses sangrai kopi, yaitu suhu, RPM, dan waktu. Ketiga hal ini sangat menentukan hasil akhir 'roasting' kopi, dan fitur ini tidak dimiliki oleh alat 'roasting' kopi lainnya."
Selain kontrol presisi, mesin ini juga hadir dengan desain ergonomis yang mempertimbangkan kenyamanan pengguna. Efisiensi dalam penggunaan energi listrik menjadi nilai tambah, menjadikannya pilihan ideal bagi berbagai kalangan, mulai dari pelaku UMKM, hotel, hingga penggunaan di rumah tangga.
Beberapa fitur unggulan lainnya mencakup tabung sangrai yang berputar otomatis untuk memastikan proses yang lebih merata. Terdapat pula sensor suhu dan timer otomatis yang menjaga kualitas sangrai, serta fitur pendinginan cepat pasca-sangrai. Layar digital terintegrasi memungkinkan pengguna memantau suhu, waktu, dan proses yang sedang berlangsung secara real-time.
Advertisement
Advertisement
Proses Pengembangan dan Kemudahan Penggunaan
Ide awal pengembangan mesin sangrai kopi otomatis ini berawal dari permintaan spesifik seorang pelaku usaha kopi di Lampung. Pelaku usaha tersebut menginginkan alat "roasting" atau sangrai yang memiliki kualitas lebih baik dan mampu memberikan hasil yang konsisten. Dari sinilah muncul gagasan untuk menciptakan mesin sangrai kopi yang modern, presisi, dan otomatis.
Rinasa menjelaskan bahwa cara penggunaan mesin ini tergolong sangat mudah dan intuitif. Pengguna hanya perlu menyalakan mesin, kemudian memasukkan biji kopi melalui lubang yang tersedia di bagian atas. Selanjutnya, pengguna dapat mengatur suhu pada kisaran 200-220 derajat Celsius, waktu antara 10-15 menit, dan kecepatan putar sesuai kebutuhan spesifik.
Setelah pengaturan selesai, proses sangrai dapat langsung dimulai dengan menekan tombol khusus yang tersedia. Fleksibilitas ini memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan hasil sangrai sesuai selera, misalnya, pada suhu 200-210 derajat Celsius dan waktu 10-15 menit akan diperoleh biji kopi dengan tingkat kematangan sedang.
Advertisement
Advertisement
Dampak dan Harapan Inovasi untuk Industri Kopi Nasional
Inovasi mesin sangrai kopi otomatis dari UMY ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi industri kopi di Indonesia. Dengan adanya alat yang presisi dan mudah digunakan, kualitas biji kopi sangrai yang dihasilkan UMKM dapat meningkat. Hal ini tentu akan mendukung tren meningkatnya konsumsi kopi di Indonesia yang terus tumbuh pesat.
Pengembangan teknologi ini tidak hanya mempermudah proses produksi, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha kecil untuk bersaing di pasar yang lebih luas. "Dengan fitur-fitur unggulannya, mesin ini menjadi pilihan utama bagi siapa saja yang ingin menghasilkan kopi berkualitas dari biji sangrai yang sempurna," ujar Rinasa. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi pendorong utama dalam peningkatan kualitas dan daya saing produk kopi lokal.
Sumber: AntaraNews
Advertisement