Inovasi Poliban: Mesin Pengupas Kacang Tingkatkan Efisiensi UMKM, Solusi Cepat untuk Kacang Nagara!
Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) meluncurkan mesin pengupas kacang inovatif untuk UMKM di Kalsel. Alat ini dirancang khusus untuk meningkatkan efisiensi produksi kacang nagara yang sebelumnya manual.
Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) Kalimantan Selatan baru-baru ini meluncurkan sebuah terobosan teknologi yang signifikan. Institusi pendidikan tinggi ini berhasil memproduksi mesin inovatif yang dirancang khusus untuk membantu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam proses pengupasan kacang.
Inovasi ini bertujuan untuk mengatasi tantangan efisiensi yang dihadapi oleh UMKM pengolah makanan ringan berbahan dasar kacang nagara di Kelurahan Benua Anyar, Kecamatan Banjarmasin Timur. Dengan adanya alat ini, diharapkan proses produksi dapat berjalan lebih cepat dan efektif dibandingkan metode tradisional.
Direktur Poliban Kalsel, Joni Riadi, pada Senin (13/10), menyampaikan apresiasinya terhadap karya tim dosen dan mahasiswa yang terlibat. Beliau menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata dari implementasi tridharma perguruan tinggi untuk kemajuan masyarakat dan negara.
Meningkatkan Efisiensi Produksi UMKM Lokal
Pengembangan mesin pengupas kacang inovatif ini berawal dari identifikasi masalah yang dihadapi oleh UMKM mitra di Banjarmasin. Selama ini, pelaku usaha masih mengandalkan cara manual untuk mengupas kulit ari kacang, khususnya kacang nagara atau kacang tunggak, yang memakan waktu lama dan kurang efisien.
Ikna Urwatul Wusko, salah seorang wakil tim dosen Poliban yang menciptakan mesin tersebut, menjelaskan latar belakang inovasi ini. “Kami membuat inovasi berupa mesin pengupas kulit ari kacang nagara atau dikenal juga sebagai kacang tunggak,” ujarnya, menekankan fokus pada kebutuhan spesifik UMKM lokal.
Tim dosen, yang juga beranggotakan Antan Noraidi Maulana dan Sulaiman, berupaya menghadirkan solusi konkret. Mereka menyatakan bahwa alat ini dirancang untuk mengoptimalkan produksi UMKM sekaligus menghadirkan inovasi pengupas kulit ari yang lebih efektif dari metode konvensional.
Dengan adanya Mesin Pengupas Kacang Inovatif Poliban, proses pengupasan kulit ari yang sebelumnya memakan banyak waktu dan tenaga kini dapat dilakukan dengan lebih cepat. Hal ini secara langsung akan berdampak pada peningkatan kapasitas produksi dan efisiensi operasional UMKM.
Desain Inovatif dan Keamanan Pengguna
Tim Poliban tidak hanya berfokus pada kecepatan, tetapi juga pada fungsionalitas dan efektivitas mesin. Ikna Urwatul Wusko menjelaskan bahwa alat yang mereka rancang sudah dipastikan bekerja lebih cepat dibandingkan dengan metode manual, memastikan hasil yang optimal bagi pengguna.
Inovasi signifikan juga dilakukan pada bagian roll pisau mesin. “Inovasi juga dilakukan pada bagian roll pisau, yang kami modifikasi ukurannya menjadi lebih kecil agar sesuai dengan ukuran kacang nagara atau kacang tunggak,” kata Ikna. Penyesuaian ini memastikan mesin dapat bekerja secara presisi sesuai dengan karakteristik kacang lokal.
Selain aspek teknis, tim dosen Poliban juga sangat memperhatikan faktor keamanan dan kenyamanan penggunaan bagi mitra UMKM. Desain mesin disesuaikan agar mudah dioperasikan dan meminimalkan risiko kecelakaan kerja, menunjukkan komitmen terhadap keselamatan pengguna.
Sebagai bagian dari proses serah terima, Poliban tidak hanya menyerahkan alat, tetapi juga memberikan pelatihan singkat yang komprehensif. “Kami juga memberikan pelatihan singkat terkait penggunaan alat. Jadi pada tahap serah terima, kami tidak hanya menyerahkan alat, tetapi juga memberikan edukasi terkait cara pemakaian serta penyampaian risiko kecelakaan kerja,” tambah Ikna, memastikan UMKM dapat menggunakan Mesin Pengupas Kacang Inovatif Poliban dengan aman dan benar.
Sumber: AntaraNews