Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, terus menggalakkan program pembinaan serta pelatihan bagi para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM). Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas IKM agar mereka dapat bersaing dan melaju menuju pasar modern yang semakin kompetitif. Inisiatif strategis ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR, menegaskan pentingnya program peningkatan kapasitas ini. Menurutnya, pelatihan dan pembinaan merupakan kunci agar IKM dapat naik kelas, menjadi lebih kompeten, inovatif, dan mandiri dalam menjalankan usahanya. Dukungan penuh diberikan kepada dinas terkait yang terus berupaya memajukan sektor IKM di kota ini.
Di tengah ketatnya persaingan usaha saat ini, para pelaku IKM dituntut untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas. Aspek-aspek penting yang menjadi fokus peningkatan meliputi produk, kemasan, strategi pemasaran, legalitas usaha, hingga pengelolaan keuangan. Program komprehensif ini dirancang untuk menjawab tantangan tersebut dan mempersiapkan IKM Banjarmasin menghadapi era digital.
Advertisement
Advertisement
Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) telah merancang berbagai materi pembinaan yang relevan dan aplikatif. Program ini mencakup kebijakan IKM naik kelas, pembentukan mindset kewirausahaan, inovasi usaha, strategi branding, hingga pemasaran digital. Pelaku IKM juga dibekali pengetahuan tentang konten marketing dan pencatatan keuangan yang efektif.
Kepala Disperdagin Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, menjelaskan bahwa pembinaan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Materi yang disampaikan kian beragam, meliputi manajemen keuangan, pembukuan, pengemasan produk, digitalisasi usaha, serta strategi konten untuk pemasaran. Hal ini bertujuan agar pelaku IKM memiliki bekal yang lengkap dalam mengembangkan bisnis mereka.
Selain itu, para pelaku IKM juga diberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya kemasan yang menarik dan efektif. Kemasan produk yang inovatif menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing di pasar. "Kita memiliki Rumah Kemasan yang siap membantu IKM menciptakan desain kemasan yang mampu menarik perhatian konsumen di tengah banyaknya produk yang beredar," kata Tezar.
Advertisement
Advertisement
Pembinaan yang intensif dari Pemerintah Kota Banjarmasin telah membuahkan hasil positif yang signifikan. Berdasarkan data dari aplikasi Sistem Informasi Data Industri (SIDIN), terdapat sekitar 6.000 IKM yang terdaftar di Kota Banjarmasin, dengan lebih dari 3.000 IKM telah diverifikasi. Angka ini menunjukkan potensi besar sektor IKM sebagai penggerak ekonomi lokal.
Disperdagin Banjarmasin berkomitmen untuk terus memberikan pembinaan bertahap, mulai dari aspek legalitas, sertifikasi halal, hingga standar produk lainnya. Upaya ini memastikan bahwa produk IKM Banjarmasin memenuhi standar kualitas dan keamanan yang berlaku. Komitmen ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan ekosistem bisnis yang kondusif bagi IKM.
Beberapa IKM Banjarmasin bahkan telah berhasil menembus pasar modern dan memperluas jangkauan produknya. Salah satu perajin kain Sasirangan, misalnya, telah sukses mempromosikan produknya hingga ke Taiwan, menunjukkan potensi ekspor yang besar. "Semakin meningkat kualitas produk dan pemasarannya, insya Allah semakin kuat pula perekonomian daerah kita," ujar Wali Kota H Muhammad Yamin HR.
Advertisement
Pengakuan atas keberhasilan pembinaan industri kecil ini juga datang dari tingkat nasional. Pemerintah Kota Banjarmasin sebelumnya telah menerima Penghargaan Upakarti dari Menteri Perindustrian RI pada tahun 2024. Penghargaan ini menjadi bukti konkret atas dedikasi dan keberlanjutan program pembinaan IKM yang dijalankan oleh Pemkot Banjarmasin.
Sumber: AntaraNews