Poliban Mantapkan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau, Buka Peluang Pendidikan Lebih Luas
Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) memperkuat implementasi Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), memberikan kesempatan belajar sepanjang hayat dan membuka jalur Sarjana Terapan. Simak detailnya!
Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) Kalimantan Selatan secara serius memantapkan penerapan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Langkah ini bertujuan untuk memberikan kesempatan belajar sepanjang hayat yang lebih luas bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Implementasi program ini diharapkan dapat mengakomodasi pengalaman dan pengetahuan yang telah dimiliki individu.
Wakil Direktur I Bidang Akademik Poliban Kalsel, H. Ahmad Rizani, menegaskan komitmen kampusnya terhadap inisiatif penting ini. Di Banjarmasin, Rizani menjelaskan bahwa Poliban telah membentuk struktur penyelenggara RPL yang komprehensif. Struktur ini mencakup tim pelaksana, asesor, hingga komite RPL yang bertanggung jawab penuh atas seluruh proses.
Pembentukan struktur ini merupakan bukti keseriusan Poliban dalam memastikan program RPL berjalan efektif dan akuntabel. Melalui jalur ini, masyarakat kini memiliki peluang untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Mereka dapat memanfaatkan pengalaman kerja atau pendidikan sebelumnya untuk diakui dalam sistem perkuliahan formal.
Mekanisme dan Manfaat Program RPL di Poliban
H. Ahmad Rizani menjelaskan secara rinci mengenai mekanisme dan berbagai manfaat dari program Rekognisi Pembelajaran Lampau ini. Masyarakat yang berminat melanjutkan pendidikan melalui jalur RPL akan menjalani proses penilaian ketat. Penilaian ini bertujuan untuk menentukan besaran Satuan Kredit Semester (SKS) yang dapat diakui sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Poliban.
Proses penilaian ini krusial untuk mengidentifikasi kompetensi yang telah dimiliki calon peserta. "Dalam prosesnya, kami melakukan penilaian untuk menentukan berapa SKS yang dapat diakui dan berapa yang harus ditempuh oleh peserta," kata Rizani. Pengakuan SKS ini secara signifikan dapat mempersingkat masa studi para mahasiswa, memberikan efisiensi waktu dan biaya.
Untuk program Sarjana Terapan, ketentuan Rekognisi Pembelajaran Lampau memperbolehkan pengakuan maksimal hingga 70 persen dari total SKS. Dari 144 SKS, sekitar 90 hingga 100 SKS dapat diakui melalui jalur ini. Ini berarti sisa perkuliahan yang harus ditempuh peserta bisa diselesaikan lebih cepat, bahkan dalam waktu paling cepat tiga semester.
Poliban kini membuka jalur RPL khusus untuk jenjang Sarjana Terapan, memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Sebelumnya, program serupa telah sukses berjalan pada jenjang Diploma 2 (D2). Program D2 tersebut memiliki masa studi satu setengah tahun, di mana satu semester di antaranya direkognisi dari pembelajaran siswa di SMK.
Peluang dan Jadwal Pendaftaran Program RPL
Pembukaan jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau di jenjang Sarjana Terapan ini merupakan peluang besar bagi masyarakat. Terutama bagi mereka yang telah memiliki pengalaman kerja atau pendidikan non-formal yang relevan. Program ini memungkinkan mereka untuk mendapatkan gelar sarjana tanpa harus memulai perkuliahan dari awal.
Poliban berkomitmen untuk terus memantapkan implementasi program RPL ini dengan dukungan struktur yang solid. Adanya tim pelaksana, asesor, dan komite RPL menjamin setiap proses penilaian dilakukan secara objektif dan transparan. Hal ini penting untuk menjaga kualitas dan kredibilitas pengakuan SKS yang diberikan.
Terkait jadwal pendaftaran, Poliban telah menetapkan waktu yang jelas bagi calon peserta. "Jadi pendaftaran untuk proses RPL ini kita rencanakan pada bulan Februari 2026," ujar Rizani. Setelah proses pendaftaran selesai, perkuliahan bagi peserta yang lolos seleksi akan langsung dimulai.
Sumber: AntaraNews