Mahasiswa UPI Hadirkan Inovasi Pengering Singkong Tenaga Surya, Solusi UMKM Pedesaan
Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menciptakan inovasi pengering singkong tenaga surya, memberikan solusi cerdas bagi UMKM pedesaan untuk mengatasi kendala pascapanen dan meningkatkan kualitas produk secara signifikan.
Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menunjukkan perannya sebagai agen perubahan dengan menghadirkan inovasi teknologi yang aplikatif. Mereka berhasil mengembangkan pengering singkong berbasis energi surya yang ditujukan khusus bagi petani dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di pedesaan. Inovasi ini bertujuan mengatasi kendala serius dalam proses pascapanen singkong yang selama ini menjadi tantangan utama.
Ketua pembimbing PM-BEM UPI, Selly Feranie, menjelaskan bahwa perangkat canggih ini dirancang untuk tetap beroperasi optimal. Bahkan dalam kondisi cuaca mendung atau hujan, alat ini tetap berfungsi karena dilengkapi sistem pemanas otomatis serta baterai penyimpan daya. Dukungan dari berbagai fakultas di lingkungan UPI turut memperkuat pengembangan solusi teknologi ini.
Inovasi pengering singkong tenaga surya ini lahir dari keprihatinan terhadap metode penjemuran tradisional yang sangat bergantung pada sinar matahari. Ketergantungan ini seringkali menghambat proses pengeringan, memperpanjang waktu, dan berpotensi menurunkan kualitas serta kebersihan produk singkong. Dengan solusi ini, diharapkan proses pengeringan menjadi lebih efisien dan higienis.
Mengatasi Tantangan Pascapanen dengan Teknologi Surya
Ketergantungan pada cuaca cerah menjadi masalah krusial bagi petani singkong dan UMKM yang mengandalkan penjemuran alami. Proses pengeringan yang terhenti akibat hujan tidak hanya membuang waktu, tetapi juga rentan terhadap pembusukan dan penurunan mutu produk. Inovasi mahasiswa UPI ini menawarkan jalan keluar dari dilema tersebut.
Pengering singkong bertenaga surya ini dirancang untuk memberikan solusi komprehensif. Dengan kemampuan beroperasi di berbagai kondisi cuaca, alat ini memastikan proses pengeringan dapat berlangsung secara konsisten. Hal ini secara langsung berkontribusi pada terjaganya kualitas dan kebersihan singkong pascapanen.
Selly Feranie menegaskan bahwa perangkat ini merupakan wujud nyata peran mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat. Melalui program "With UPI, Cassava is Gold", inovasi ini menjadi jembatan antara pengetahuan akademis dan kebutuhan praktis di lapangan. Program ini menunjukkan komitmen UPI dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal.
Dampak Positif Inovasi pada Agrobisnis Singkong
Dari perspektif agrobisnis, kehadiran pengering singkong tenaga surya ini membawa dampak signifikan. Alat ini mampu mempercepat proses pascapanen secara drastis, mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mengeringkan singkong. Efisiensi waktu ini sangat berharga bagi pelaku UMKM yang memiliki keterbatasan sumber daya.
Selain efisiensi waktu, inovasi ini juga secara efektif mengurangi risiko pembusukan produk singkong. Proses pengeringan yang lebih cepat dan konsisten memastikan singkong tidak terlalu lama terpapar kelembaban. Konsistensi kualitas bahan baku yang terjaga membuka peluang lebih besar untuk pengolahan lanjutan.
Kualitas singkong yang lebih baik dan konsisten memungkinkan UMKM untuk menciptakan produk olahan singkong bernilai tambah. Ini bisa berupa keripik, tepung mocaf, atau produk turunan lainnya yang memiliki daya jual lebih tinggi. Dengan demikian, inovasi ini tidak hanya menyelesaikan masalah pascapanen, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di pedesaan.
Implementasi dan Respon Positif dari Masyarakat
Program pemberdayaan "With UPI, Cassava is Gold" yang mengusung inovasi ini telah dilaksanakan di Desa Sukamelang, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPI menjadi garda terdepan dalam implementasi teknologi ini di tengah masyarakat. Kehadiran mereka disambut antusias oleh petani dan UMKM setempat.
Usep, Ketua Kelompok Tani Desa Sukamelang, memberikan testimoni positif mengenai dampak inovasi ini. Ia mengungkapkan bahwa sebelum adanya teknologi pengeringan ini, proses pengeringan singkong sering terhenti saat hujan. Kondisi ini secara langsung memengaruhi kualitas hasil panen dan menyebabkan kerugian.
Kini, dengan bantuan pengering singkong tenaga surya dari UPI, proses pengeringan dapat berlangsung lebih konsisten dan bersih. Singkong yang dihasilkan menjadi lebih layak untuk diolah dan dipasarkan oleh UMKM desa. Hal ini tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan lokal.
Sumber: AntaraNews