Magang Nasional Digelar di 1.400 Pabrik, Apindo Jateng Siap Dampingi Peserta
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat link and match antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri di wilayah tersebut.
Sebanyak 1.400 pelaku industri yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah akan menyiapkan fasilitas untuk menampung peserta program magang nasional dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat link and match antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri di wilayah tersebut.
Ketua Apindo Jawa Tengah, Frans Kongi menuturkan semua pelaku industri se-Jawa Tengah menyambut baik inisiatif Kemenaker yang sedang membuka lowongan bagi fresh graduate untuk mengikuti program magang nasional.
"Seluruh Jawa Tengah, perusahaan-perusahaan anggota kami juga membuka kesempatan bagi mahasiswa atau yang statusnya fresh graduate. Apindo mengapresiasi inisiatif pemerintah. Karena pemerintah serius juga menyiapkan honor buat mereka yang sesuai upah minimum kabupaten kota. Honor diberikan sesuai ketentuan Disnaker," kata Frans, Kamis (23/10).
Para pelaku industri senang dengan program magang nasional lantaran dunia usaha dengan instansi pendidikan selama ini sering berkolaborasi. Selain itu, juga sering menginisiasi kegiatan pemagangan bagi para mahasiswa kampus negeri dan swasta untuk meningkatkan pengetahuan pada sektor industri.
"Dunia usaha dengan dunia pendidikan sudah sering kerjasama. Jadi kita sudah biasa ada magang pelatihan bagi mahasiswa. Bagi kami tidak asing lagi. Kalau ada tamatan universitas sebaiknya memang ada link and mact dengan kebutuhan sumber daya di dunia usaha," ungkapnya.
Saat ini, pihaknya sedang menyiapkan mentor guna mendampingi para pekerja fresh graduate selama magang di pabrik-pabrik. Pendampingan diberikan enam bulan sesuai kontrak perjanjian dengan Kemenaker.
"Pasti kita terima mereka dengan senang hati. Kita juga siapkan mentor. Kita bimbing mereka selama enam bulan. Sebab ini juga menyangkut kebutuhan dunia usaha. Kalau mereka familiar dengan pekerjaan saat magang, maka bisa direkrut jadi tenaga kerja di perusahaan," jelasnya.
Bahkan hampir semua perusahaan, pabrik sektor padat karya, perbankan wilayah Jateng sudah siap menampung pekerja magang dari fresh graduate. Terkait berapa banyak kebutuhan pekerja magang di tiap pabrik, pihaknya tidak bisa merinci karena jumlahnya bervariatif.
"Kebutuhan tenaga magangnya variatif sekali. Jadi terserah Kemenaker mau mengalokasikan ke sektor mana saja. Yang pasti alokasi tenaga magangnya nanti dibantu pemerintah biar merata, tidak berkumpul di suatu tempat. Intinya kami siap bantu pemerintah," katanya.