Lanny Apriyani Fokus Benahi Nonteknis Usai Tersingkir di Semifinal Indonesia Masters 2026
Ganda putri Lanny Apriyani mengevaluasi aspek nonteknis setelah langkah mereka terhenti di semifinal Indonesia Masters 2026. Apa yang menjadi fokus utama mereka untuk peningkatan performa?
Ganda putri Indonesia Lanny Tri Mayasari/Apriyani Rahayu mengumumkan akan memfokuskan evaluasi pada aspek nonteknis setelah langkah mereka terhenti. Hal ini terjadi di semifinal BWF World Tour Super 500 Daihatsu Indonesia Masters 2026.
Mereka gagal melangkah ke partai final usai kalah dua gim langsung dari pasangan Malaysia Pearly Tan/Thinaah Muralitharan. Pertandingan sengit itu berakhir dengan skor 15-21, 9-21 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada Sabtu (24/1).
Lanny menekankan pentingnya keluar dari tekanan dan tidak bingung sendiri di lapangan saat bola sudah tertebak. Apriyani menambahkan perlunya membenahi penguasaan lapangan serta kesiapan mental, terutama saat menghadapi lawan tangguh.
Fokus pada Aspek Nonteknis untuk Peningkatan Performa
Lanny Tri Mayasari secara spesifik menyoroti evaluasi dari sisi nonteknis sebagai area perbaikan utama. Ia menjelaskan bahwa ketika pola permainan lawan sudah tertebak, penting bagi mereka untuk menemukan cara keluar dari tekanan.
Situasi di mana pemain merasa bingung sendiri di lapangan harus dihindari. Kemampuan untuk tetap tenang dan berpikir jernih dalam kondisi sulit menjadi krusial.
Aspek nonteknis ini mencakup strategi mental dan adaptasi cepat terhadap dinamika pertandingan. Pembenahan ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan mental mereka di setiap laga.
Tantangan Mental dan Penguasaan Lapangan Ganda Putri
Apriyani Rahayu menambahkan bahwa masih banyak aspek yang harus ia kuasai lebih lanjut, terutama terkait penguasaan lapangan. Ia menggarisbawahi bahwa ganda putri papan atas dunia saat ini memiliki pertahanan yang sangat rapat.
Selain itu, kekuatan kaki yang prima dan stabilitas pikiran menjadi ciri khas lawan-lawan tangguh tersebut. Apriyani merasa perlu menyamai standar ini untuk bersaing di level tertinggi.
Menurut Apriyani, fokus dan pengendalian pikiran adalah pekerjaan rumah utama yang harus segera dikembalikan. Hal ini penting agar mereka mampu tampil lebih konsisten dan kompetitif di setiap turnamen.
Kesiapan mental yang kuat akan membantu mereka menghadapi tekanan dan mempertahankan performa terbaik. Ini adalah kunci untuk menghadapi ganda putri top dunia yang memiliki konsistensi tinggi.
Proses Pembentukan Pasangan dan Target Thailand Masters
Meskipun belum berhasil menembus partai final, Lanny/Apriyani melihat hasil di Indonesia Masters 2026 sebagai bagian integral dari proses pembentukan. Turnamen ini menjadi ajang penting untuk membangun permainan dan mental sebagai pasangan yang relatif baru.
Pengalaman bertanding melawan pasangan elite dunia memberikan pelajaran berharga bagi keduanya. Mereka memanfaatkan setiap pertandingan untuk memahami kekuatan dan kelemahan tim.
Setelah turnamen ini, Lanny/Apriyani dijadwalkan melanjutkan rangkaian kompetisi ke Super 300 Thailand Masters 2025. Target utama mereka adalah memperbaiki konsistensi dan kesiapan mental.
Mereka bertekad untuk menunjukkan peningkatan signifikan dalam menghadapi lawan-lawan peringkat atas dunia. Ini adalah langkah strategis menuju performa yang lebih stabil dan kompetitif di kancah internasional.
Sumber: AntaraNews