Ganda putri andalan Indonesia, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, tengah mematangkan persiapan fisik dan mental mereka. Pasangan ini akan menghadapi tantangan berat dari ganda tuan rumah Korea Selatan, Lee So Hee/Baek Ha Na, pada babak 16 besar Korea Open 2025. Pertandingan krusial ini dijadwalkan berlangsung di Suwon Gymnasium, Suwon, pada hari Rabu.
Apri/Fadia, yang dikenal dengan permainan agresif dan pantang menyerah, menyadari pentingnya kondisi prima. Mereka telah beberapa kali bertemu dengan Lee So Hee/Baek Ha Na di turnamen sebelumnya. Pengalaman berharga ini menjadi modal penting untuk pertandingan mendatang.
Fokus utama mereka saat ini adalah menjaga konsistensi permainan dan memastikan stamina tetap terjaga. Kesiapan fisik dan mental menjadi kunci untuk dapat bersaing di level tertinggi. Apri/Fadia bertekad memberikan penampilan terbaik mereka di hadapan publik tuan rumah.
Advertisement
Advertisement
Strategi Hadapi Ganda Tuan Rumah
Apriyani Rahayu menegaskan pentingnya persiapan matang jelang laga kontra Lee So Hee/Baek Ha Na. "Lusa kami melawan Lee So Hee/Baek Ha Na, andalan tuan rumah. Kami harus siap capek, fisik maupun mental. Itu yang harus disiapkan," ungkap Apri, seperti dikutip dari PBSI pada Selasa.
Ia menambahkan bahwa konsistensi permainan juga harus diperlihatkan secara maksimal. Pasangan Indonesia ini memiliki rekam jejak positif karena pernah mengalahkan lawan mereka sebelumnya. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi dan strategi tambahan di lapangan.
Apri/Fadia telah menganalisis pola permainan lawan dan berupaya menemukan ritme terbaik mereka. Adaptasi cepat terhadap kondisi lapangan dan strategi lawan menjadi bagian dari persiapan. Mereka tidak ingin lengah sedikit pun menghadapi ganda yang didukung penuh oleh suporter tuan rumah.
Advertisement
Advertisement
Perjalanan Apri/Fadia di Babak Awal
Sebelum melaju ke babak 16 besar, Apri/Fadia menunjukkan performa dominan di babak sebelumnya. Mereka berhasil mengalahkan ganda Hong Kong, Lui Lok Lok/Tsang Hiu Yan, dalam dua gim langsung. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 21-18 dan 21-6, juga berlangsung di Suwon Gymnasium.
Siti Fadia Silva Ramadhanti mengakui bahwa pasangan Hong Kong sempat memberikan perlawanan sengit di gim pertama. "Di gim pertama kami masih coba mencari pukulan yang nyaman tapi memang pasangan Hong Kong ketika dikasih angin bisa lumayan meladeni kami," jelas Fadia.
Namun, Apri/Fadia berhasil mengatasi tekanan dan menemukan celah. "Di gim kedua kami langsung menekan dan tidak mengendurkan lagi serangan," imbuhnya, menunjukkan kemampuan mereka untuk beradaptasi dan meningkatkan intensitas permainan.
Advertisement
Advertisement
Optimisme dan Persiapan Matang
Apri/Fadia menunjukkan optimisme tinggi dengan persiapan yang telah mereka lakukan selama satu minggu terakhir. Mereka yakin dapat berbuat banyak pada turnamen BWF kelas Super 500 ini. Persiapan intensif telah dilakukan untuk menghadapi persaingan ketat.
Fadia mengungkapkan bahwa persiapan mereka berjalan sangat baik. "Seminggu kemarin persiapan kami cukup bagus. Kami beberapa kali melakukan sparring dengan ganda putra dan ganda campuran pratama di pelatnas," ujar Fadia. Sesi sparring ini membantu meningkatkan ketahanan fisik dan mengasah strategi.
Kesiapan ini mencakup aspek teknis, fisik, dan mental. Mereka berharap dapat menampilkan permainan terbaik dan meraih hasil maksimal. Dukungan dari tim pelatih dan PBSI juga menjadi faktor penting dalam menjaga semangat juang mereka.
Advertisement
Sumber: AntaraNews