Kronologi Penemuan Jasad Pendaki Yang Hilang di Bukit Mongkrang
Jasad pendaki itu ditemukan oleh tim Wanadri yang melakukan operasi pencarian.
Jenazah Yazid Ahmad Firdaus (26) warga Desa Gawanan, Colomadu, Karanganyar pendaki yang hilang di Bukit Mongkrang, sejak 18 Januari, ditemukan, Selasa (10/2) pagi. Jasad pendaki 26 tahun itu ditemukan sejauh 1,7 km dari titik terakhir terlihat yakni Pos 3 jalur pendakian Bukit Mongkrang.
Kepala Kantor Basarnas Surakarta, Kamal Riswandi mengatakan, korban berada di koordinat 7°41'00.0"S 111°10'30.0"E, atau sisi selatan Bukit Mongkrang.
"Jasadnya ditemukan oleh Wanadri (Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung) yang melakukan fliying camp sejak Sabtu (7/2). Korban ditemukan sekitar pukul 08:54 WIB tepat berada di tempuran aliran sungai antara Bukit Mongkrang dan Mitis," ungkapnya.
Operasi SAR Mandiri
Lanjut dia, proses evakuasi dilakukan melalui wilayah Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar. Pemilihan jalur tersebut dengan pertimbangan lebih landai dibandingkan jalur Mongkrang yang lebih curam.
"Untuk evakuasi total ada sekitar 50 anggota SAR Gabungan yang kita kerahkan. Jasad langsung dibawa ke RSUD Karanganyar untuk pemeriksaan lebih lanjut," katanya.
Kamal menambahkan, setelah Operasi SAR resmi dihentikan pada 31 Januari 2026, pihaknya melakukan sejumlah evaluasi dan pemantauan. Operasi kemudian dilanjutkan pada Sabtu (7/2) dengan status operasi SAR mandiri.
"Kemarin Sabtu dievaluasi lagi lokasi yang memungkinkan korban berada dan alhamdulillah hari ini sudah bisa ditemukan," ucapnya.
Tertutup Batang Pisang
Salah satu anggota Wanadri, Sugiarto yang bergabung fliying camp di Bukit Mongkrang sejak Senin (9/2) menceritakan penemuan jasad korban.
"Kalau saya tarik garis lurus itu 1,7 km dari lokasi terakhir terlihat ke arah barat," katanya.
Menurut pria asal Banyuwangi itu, korban ditemukn di aliran sungai yang berada di bawah Bukit Mongkrang dan tertutup pohon pisang. Sehingga tidak terlihat dari atas.
"Jadi kondisinya tertutup batang pisang, sehingga tidak kelihatan. Posisinya di air hanya terlihat kakinya dan sudah ada bebelatungnya. Pakaian seperti yang terakhir digunakan," beber dia.
Ketua Tim Opersi Mongkrang Wanadri, Badawi menyampaikan, penemuan jasad korban merupakan hasil analisa berdasarkan data kronologis dan rekonstruksi. Sehingga ada wilayah yang dicurigai keberadaan Yazid.
"Lokasinya tepat berada di tempuran antara Bukit Mongkrang dan Mitis. Lokasinya sulit, banyak sekali patahan tebing.
Namanya kawasan Tapak Naga. Di bawahnya ada aliran sungai yang mengarah ke desa Beruk, Jatiyoso," ungkap Badawi.
Total ada 13 anggota Wanadri yang melakukan pencarian di sekitar Bukit Mongkrang sejak Sabtu (7/2) lalu. Pencarian dilakukan menggunakan metode flying camp.