Kronologi Pendaki Asal Karanganyar Hilang di Gunung Lawu
Angin kencang menghambat penggunaan drone dalam pencarian.
Yasid Ahmad Firdaus (26) warga Perum Angsana, Desa Gawanan, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah hilang saat mendaki Gunung Lawu melalui jalur Bukit Mongkrang, Kecamatan Tawangmngu. Yasid dinyatakan hilang setelah mendaki gunung di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur itu.
Operasi pencarian yang dilakukan dengan melibatkan tim SAR hingga belum membuahkan hasil. Faktor cuaca menjadi salah satu penghambat proses pencarian. Angin kencang menghambat penggunaan drone dalam pencarian.
"Dron beberapa kali batal terbang karena faktor angin. Angin di atas sangat kencang dan tidak stabil," ungkap Koordinator SAR Pos Mongkrang, Yohan Tri Anggoro.
Kronologi Hilang
Orang tua Yasid Ahmad Firdaus, Sapto Mulyono mengungkapkan kronologi keberangkatan putranya ke Gunung Lawu. Dauz sapaan akrab Yasid, diketahui pamit mendaki bersama rekan-rekannya sejak Sabtu (17/1)malam dengan membawa perlengkapan yang cukup memadai.
Keluarga mulai merasa khawatir saat mendapat kabar dari rekan Dauz bahwa putra ketiga mereka belum kembali hingga Minggu dini hari. Informasi resmi mengenai hilangnya Dauz baru diterima pihak keluarga dari tim relawan pada Sabtu petang berikutnya.
Sapto menyebut putranya sebenarnya merupakan pendaki yang sudah berpengalaman dan sering melakukan aktivitas trail run di jalur Mongkrang. Bahkan, Yazid dikenal memiliki kondisi fisik yang sangat fit karena rutin berlatih renang dan lari.
“Anak kami sudah lebih dari 5 kali ke Mongkrang dan fisiknya sedang optimal. Kami berterima kasih kepada pemerintah dan ratusan relawan yang membantu mencari putra kami,” kata Sapto.
Lanjut Sapto, pihak keluarga sempat mengecek sinyal GPS dari perangkat komunikasi maupun jam tangan pintar milik korban saat ini tidak dapat terlacak. Meski demikian, keluarga tetap optimis dan menyerahkan sepenuhnya proses pencarian kepada tim gabungan yang ada di lapangan.
“Harapan kami sebagai orang tua tentu yang terbaik. Kami sangat bersyukur atas bantuan ratusan relawan yang digerakkan untuk pencarian ini,” ungkap Sapto.