Syafiq Ridhan Ali Razan, pendaki remaja 18 tahun yang 19 hari hilang di Gunung Slamet akhirnya ditemukan. Sayang, dalam kondisi tidak bernyawa.
"Benar, ditemukan meninggal. Masih dalam proses evakuasi," ujar salah satu ranger Heru saat dihubungi oleh Liputan6.com pada Rabu (14/1).
Kabar penemuan jasad Syafiq juga telah dikonfirmasi oleh beberapa komunitas pendaki gunung, termasuk Mountnesia. "Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Telah ditemukan Syafiq Ridhan Ali Razan di lereng puncak sisi selatan, tepatnya di antara jalur Gunung Malang dan Baturraden, dalam kondisi meninggal dunia (MD). Saat ini proses evakuasi masih terus berlangsung," tulis akun @Mountnesia.
Sebelumnya, Syafiq Ridhan Ali Razan (18) dilaporkan hilang di Gunung Slamet sejak 27 Desember 2025, dan setelah 11 hari pencarian, ia belum ditemukan.
Rekan pendaki mendiang Syafiq, Himawan Choidar Bahran mengungkap kondisi Syafiq memburuk karena mengalami kram sebelum mereka terpisah. "Berdasarkan keterangan Himawan, Syafiq Ridhan Ali tersesat karena sebelumnya ia sempat mengalami kram sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan," kata Staf Basarnas Semarang, Handika Hengki.
Awalnya, sekitar 120 orang berencana ikut dalam pencarian korban di Gunung Slamet, namun setelah mempertimbangkan berbagai faktor, akhirnya diputuskan hanya 70 orang yang terbagi menjadi empat tim.
Syafiq Ridhan Ali Razan, yang merupakan warga Kramat Utara, Magelang Utara, hilang saat melakukan pendakian di Gunung Slamet melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
Ia mendaki bersama Himawan Choidar Bahran, warga Secang, Magelang. Keduanya memulai pendakian melalui jalur Dipajaya Clekatakan pada Jumat (27/12/2025). Himawan ditemukan oleh tim SAR pada Selasa (30/12/2025).