Jenazah Atlet Terjun Payung Hilang di Pangandaran Akhirnya Ditemukan Tim SAR
Satu jenazah korban berhasil ditemukan di kawasan Pantai Karapyak, tepat di perbatasan wilayah Cilacap–Pangandaran.
Kerja keras tim SAR gabungan dalam pencarian jenazah atlet terjun payung yang jatuh di perairan Pangandaran akhirnya membuahkan hasil. Memasuki hari keempat pencarian, Jumat (2/1), satu jenazah korban berhasil ditemukan di kawasan Pantai Karapyak, tepat di perbatasan wilayah Cilacap–Pangandaran.
Jenazah ditemukan sekitar pukul 07.00 WIB, atau berjarak kurang lebih 17 mil laut dari Pantai Batukaras. Informasi penemuan pertama kali diterima dari seorang nelayan asal Cilacap, pemilik perahu bernama Murah Rezeki, yang melihat sesosok tubuh mengapung di laut.
Kapolres Pangandaran AKBP Andri Kurniawan menjelaskan, laporan tersebut segera ditindaklanjuti oleh unsur SAR gabungan yang langsung bergerak menuju lokasi penemuan.
Operasi pencarian dan evakuasi di lapangan dipimpin langsung oleh Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Jawa Barat Kombes Pol Edward Indharmawan Eka Chandra bersama Kapolres Pangandaran. Sejumlah unsur terlibat dalam operasi ini, antara lain Ditpolairud Polda Jabar, Polres Pangandaran, Basarnas, Brimob, TNI AL, serta tim SAR setempat.
Jenazah Dievakuasi
Jenazah kemudian dievakuasi menggunakan perahu katir SAR Batukaras dan Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Ditpolairud Polda Jabar. Proses evakuasi melalui jalur laut menuju pesisir memakan waktu sekitar 1,5 jam.
“Sekira pukul 09.30 WIB, jenazah berhasil dibawa ke pesisir Pantai Batukaras dan selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans menuju RS Pandega untuk dilakukan penanganan medis lebih lanjut,” ungkapnya, Jumat (2/1).
Berdasarkan keterangan saksi serta hasil koordinasi tim di lapangan, korban diketahui bernama Widiasih (58), warga Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung.
Kombes Pol Edward Indharmawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian, termasuk peran aktif masyarakat nelayan yang turut membantu. Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan, khususnya dalam kegiatan wisata dan olahraga ekstrem.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas, khususnya kegiatan wisata dan olahraga ekstrem, serta mematuhi standar keselamatan yang berlaku,” ujarnya.
2 Atlet Terjun Patung Meninggal
Sebelumnya diberitakan, latihan terjun payung di wilayah Perairan Bojongsalawe, Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, berujung tragedi. Insiden tersebut terjadi pada Selasa (30/12) sekitar pukul 11.40 WIB dan mengakibatkan dua atlet penerjun meninggal dunia, sementara tiga lainnya selamat.
AKBP Andri Kurniawan menjelaskan, kejadian bermula saat kegiatan latihan terjun menggunakan pesawat latih Cessna 185 PK-SRC milik Fly School Ganesha. Pesawat lepas landas dari Bandara Nusawiru pada pukul 10.15 WIB dengan membawa lima atlet penerjun.
Namun, saat berada di ketinggian sekitar 10.000 kaki, arah angin mendadak berubah. Kondisi tersebut membuat para penerjun kehilangan kendali dan melenceng dari titik pendaratan yang telah ditentukan.
“Akibat kejadian tersebut, tiga atlet berhasil melakukan pendaratan darurat di Pantai Bojongsalawe dalam kondisi selamat, sementara dua atlet lainnya jatuh ke perairan laut,” kata Andri dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (30/12).
Dari dua atlet yang jatuh ke laut, satu korban ditemukan meninggal dunia tidak lama setelah kejadian. Sementara satu korban lainnya dilakukan pencarian intensif hingga akhirnya ditemukan dan dinyatakan meninggal dunia.
“Identitas korban meninggal dunia masing-masing bernama Rusli dan Widiasih, keduanya merupakan atlet terjun payung asal Kabupaten Bandung,” ungkap Andri.
Adapun tiga atlet yang selamat masing-masing bernama Khudlori, Muhammad Almuthofa, dan Karni. Ketiganya telah mendapatkan perawatan medis.
Dalam proses pencarian dan evakuasi, tim gabungan yang terdiri dari Polres Pangandaran, Basarnas, Satpolairud, TNI AL, serta instansi terkait lainnya terus melakukan penyisiran di wilayah perairan hingga seluruh korban berhasil ditemukan.