Kronologi 2 Prajurit TNI Terlibat Pengeroyokan Warga Serang Hingga Tewas, Kadispenad Ungkap Penyebab
Salah seorang teman korban kemudian menyusul datang dengan membawa mobil Jazz.
Dua prajurit TNI AD lagi-lagi kembali berulah. Mereka diduga menjadi Orang Tak Dikenal (OTK) dibalik kematian seorang pemuda bernama Fahrul Abidillah (29) yang dikeroyok di tepi Jalan Veteran Kota Serang pada Senin (15/4) malam hari. Tepatnya peristiwa nahas itu terjadi di di depan kantor BJB Kota Serang.
Dua anggota TNI tersebut diamankan bersama dengan dua orang sipil oleh Detasemen Polisi Militer III/4 Serang dan juga telah ditetapkan menjadi tersangka.
Padahal, Fahrul pada malam itu sedang asyik nongkrong bersama dengan teman-temannya di lokasi kejadian. Salah seorang teman korban kemudian menyusul datang dengan membawa mobil Jazz.
Mobil rekan korban itu rupanya tengah dikejar oleh mobil lainnya dari belakang. Dari mobil yang sedang mengejar itu, turun empa orang tak dikenal (OTK).
"Mereka mengejar kawan kami yang datang pakai mobil honda jazz, mereka (pelaku) datang mencari kawan kami itu, sedangkan dia (korban) tidak tahu apa-apa," ucap salah seorang rekan korban kepada wartawan.
Dia mengaku sempat memisahkan dan mempertanyakan apa masalah yang terjadi. Namun, pelaku membentak dan meminta diam dan melarang ikut campur.
"Kami semua berdiri untuk melerai. Tapi pelaku malah memukul tanpa menjawab upaya mediasi dari kami," ujar dia.
Sekitar 10 orang di lokasi termasuk salah seorang wanita terlibat perkelahian tanpa ada yang melerainya. Kemudian, datang dua orang membawa motor sambil memakai pakaian dinas TNI.
Bukannya melerai, kedua anggota TNI itu justru membuat suasana kian keruh dengan menodongkan senjata api ke kelompok korban, bahakn diantaranya juga ada yang membawa senjata tajam.
"Saya saat terjadi dipukuli itu merasa ditodong senjata api, ada juga yang melihat senjata tajam berjenis sangkur," kata dia.
Saksi lantas hanya bisa lari tunggang-langgang ketika disodori 'beceng'. Melihat rekannya, Fahrul yang sudah tersungkur karena dihujam pukulan, saksi lantas kembali ke lokasi untuk membantu temannya yang sudah sekarat.
"Saya melihat korban yang saat ini kritis itu dipukuli oleh tiga orang. Satu di bagian kepala, satu di bagian perut dan satu lagi di bagian kaki. Bahkan pada saat kami hendak menolong dan membawa korban yang sudah tampak sekarat, kami sempat diadang oleh para pelaku," ujar dia.
Fadil langsung dibawa ke RSUD Banten pada malam kejadian, nahas nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Kata Kadispenad
Keterlibatan pengeroyokan oleh dua anggota TNI AD itu, diakui oleh Kadispenad Brigjen TNI Wahyu Yudhayana. Dia menyampaikan permohonan maaf perbuatan dua prajuritnya telah merugikan masyarakat sipil.
"Selanjutnya kami sampaikan bahwa memang benar ada dua anggota dari Korem 064/Maulana Yusuf bersama-sama dengan rekan-rekan sipilnya yang diduga terlibat dalam tindak pidana pengeroyokan, terhadap masyarakat sipil atas nama saudara Khairul di daerah Cipocok, Serang," kata Wahyu saat dikonfirmasi, Sabtu (19/4).
Wahyu mengatakan insiden yang terjadi pada Selasa 15 April 2025 dipicu karena kesalahpahaman antara pelaku dengan korban. Namun, dia tidak merinci pemicu pasti penyebab kejadian itu.
"Dipicu oleh persoalan pribadi dan kesalahpahaman antara para pelaku dan korban," ujar Wahyu.
Atas kejadian tersebut, pihak TNI AD kini tengah melakukan pendalaman dan pemeriksaan intensif terhadap kedua anggota yang diduga terlibat pengeroyokan warga hingga tewas di daerah Serang itu.
"Saat ini petugas kami dari Denpom III/4 Serang sedang bekerja, dan sama-sama kita tunggu hasilnya. Tentunya perkembangan lebih lanjut mengenai kejadian ini akan kami sampaikan kepada rekan-rekan media," kata Wahyu.
Jenderal TNI bintang satu itu memastikan tidak akan mentolerir anggotanya yang terlibat dalam pengeroyokan anggota sipil tersebut terlebih menyebabkan salah seorang warga meregang nyawa.
"Kami tegaskan bahwa siapapun anggota TNI AD yang apabila terbukti melakukan pelanggaran tindak pidana, maka akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku," Wahyu menegaskan.
Sementara itu, Letda Inf Laode Amiruddin dari Paur Prod Penerangan Korem (Penrem) 064/Maulana Yusuf telah mengamankan empat orang pelaku pengeroyokan dan juga telah ditetapkan menjadi tersangka.
"Sudah diserahkan pelakunya ke POM (Denpom), pelaku (2 anggota TNI) sudah di POM (Denpom) semua," kata Yusuf kepada wartawan.