Kondisi Terkini Rumah Mewah Ahmad Sahroni Usai Dijarah & Diamuk Massa: Tak Ada Penjagaan Ketat
Keadaan di sekitar kediaman Ahmad Sahroni telah bebas dari pengawasan militer yang sebelumnya menjaga lokasi setelah terjadinya aksi penjarahan.
Rumah anggota DPR Fraksi NasDem Ahmad Sahrono diamuk massa. Sejumlah benda berharganya dijarah. Pria yang dijuluki crazy rich Tanjung Priok itu tak di tempat saat aksi massa terjadi, Sabtu (30/8) malam.
Rumah mewah yang terletak di Jalan Swasembada, Kebon Bawang, Tanjung Priok Jakarta Utara kini terpantau tanpa penjagaa ketat. Pantauan di lokasi, pukul 11.00 WIB, Minggu (31/8), situasi di sekitar rumah Ahmad Sahroni sudah tidak ada penjagaan militer yang sebelumnya menjaga lokasi setelah aksi penjarahan terjadi. Namun, masih terlihat coretan di dinding depan dan kaca yang pecah akibat kerusuhan tersebut.
Beberapa barang hasil penjarahan yang tersisa, termasuk mobil, tampak ditutupi dengan terpal biru. Hingga saat ini, warga setempat melaporkan bahwa Sahroni dan keluarganya belum kembali untuk memeriksa kondisi rumah yang hancur akibat tindakan tersebut.
Kesaksian Warga
Menurut pengakuan salah satu penduduk setempat, tanda-tanda keramaian di sekitar kediaman mantan Wakil Ketua Komisi III sudah mulai nampak sejak hari Jumat (29/8/2025). Situasi semakin ramai pada hari Sabtu (30/8/2025) sekitar pukul 10.00 WIB.
"Jadi, memang di sini itu sejak kemarin itu sudah beda lah, mulai dari banyak orang yang lalu lalang naik motor, pakai masker ada yang enggak pakai masker, muka-muka yang mulai tidak kenal sebelumnya jadi kita lihat," ucap warga kepada Liputan6.com, Sabtu (30/8).
Warga tersebut bersama tetangga lainnya merasa cemas dengan kerumunan yang terjadi. Mereka kemudian sepakat untuk menjaga agar aksi tersebut tidak menimbulkan kericuhan.
"Jadi kita bilang jangan yang aneh-aneh gitu atau merusak warga gitu, kemungkinan teranehnya itu kan kita khawatirnya bisa terjadi kebakaran gitu. Akhirnya dibuka. Nah pas dibuka terjadilah yang kayak sekarang gitu," ujarnya.
Massa Mulai Merangsek Masuk pukul 14.00
Menurutnya, meskipun kerumunan sudah tampak sejak siang hari, massa baru mulai memasuki halaman rumah Sahroni sekitar pukul 14.00 WIB. "Makanya kalau dilihat live TikTok kan orang pada di depan gang aja kan. Enggak ada yang masuk. Nah itu di gang itu masih kita kosongin, kan belum masuk. Tapi makin rame makin rame yaudah akhirnya makin bisa masuk," tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa situasi semakin mencekam seiring berjalannya waktu, dari sore hingga malam hari. Massa yang sebelumnya berdemo beralih menjadi pelaku penjarahan.
"Kondisi sekarang ini, jujur makin malem kayak makin ngeri gitu ya mas. Karena pas sore tadi itu kan, enggak keduganya itu bukannya demonya malah melakukan penjarahan. Jadi ramenya itu karena penjarahan itu kan. Padahal barang-barangnya kan udah mulai habis gitu dijarah gitu," pungkasnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5332409/original/035696700_1756476688-CMS_PORTRAIT_1.jpg)