Knicks Cetak Rekor NBA Fantastis: Unggul 23-0 di Awal Laga Kontra Jazz
New York Knicks mencetak Rekor NBA sensasional dengan unggul 23-0 di awal pertandingan melawan Utah Jazz, menjadi margin pembuka laga terbesar sejak era play-by-play.
New York Knicks mencatatkan awal pertandingan yang sangat sensasional dengan memimpin 23-0 atas Utah Jazz dalam laga NBA musim 2025-2026. Keunggulan signifikan ini bukan hanya sekadar dominasi biasa, melainkan sebuah pencapaian bersejarah yang mengukir namanya dalam buku rekor liga. Momen ini terjadi pada pertandingan yang digelar di kandang Knicks, menjadi sorotan utama bagi para penggemar basket di seluruh dunia.
Margin pembuka laga sebesar 23-0 ini secara resmi diakui sebagai selisih terbesar sejak NBA mulai mencatat data play-by-play pada tahun 1997. Pencapaian luar biasa ini menunjukkan efektivitas strategi dan eksekusi tim Knicks sejak detik pertama pertandingan. Rekor ini sekaligus menyoroti betapa sulitnya bagi tim lawan untuk menemukan ritme di hadapan performa gemilang tersebut.
Melalui laman NBA, pada Sabtu (07/12), disebutkan bahwa Karl-Anthony Towns menjadi pemain pertama yang membuka keran poin dengan tembakan tiga angka, diikuti oleh Jalen Brunson yang melesakkan lemparan serupa. Kontribusi cepat dari kedua pemain ini menjadi fondasi awal bagi keunggulan telak yang dicatatkan New York Knicks, membuat Utah Jazz kewalahan sejak awal.
Dominasi Awal yang Tak Terbendung
Dominasi New York Knicks di awal pertandingan tersebut benar-benar tak terbendung, membuat Utah Jazz kesulitan untuk mencetak poin. Jazz gagal memasukkan 12 percobaan pertamanya dari lapangan, sebuah statistik yang menggambarkan betapa kokohnya pertahanan dan agresifnya serangan Knicks. Situasi ini menciptakan tekanan besar bagi tim tamu yang berusaha mencari celah.
Kebuntuan Utah Jazz akhirnya pecah setelah Keyonte George berhasil mencetak three-point play, namun itu terjadi setelah 5 menit 27 detik waktu kuarter pertama tersisa. Pada titik ini, Knicks sudah jauh memimpin, meninggalkan Jazz dalam posisi yang sangat sulit. Momen ini menjadi titik balik kecil, namun tidak cukup untuk menghentikan momentum New York Knicks.
Knicks menutup kuarter pertama dengan keunggulan telak 41-13, sebuah margin 28 poin yang juga merupakan rekor tersendiri. Ini adalah selisih terbesar setelah satu kuarter dalam era pencatatan play-by-play NBA. Utah Jazz hanya mampu menembak empat dari 23 percobaan mereka, menghasilkan persentase tembakan hanya 17,4 persen, sebuah indikator performa yang sangat rendah.
Perjalanan Sulit Utah Jazz
Bagi Utah Jazz, pertandingan ini menjadi bagian dari perjalanan tandang yang penuh tantangan, terutama setelah menempuh perjalanan udara sekitar 10 jam. Mereka menjalani dua laga beruntun di pesisir Timur, yang tentunya menguras energi dan fokus pemain. Kelelahan ini mungkin menjadi salah satu faktor yang berkontribusi pada performa awal yang kurang optimal.
Situasi sulit ini bukan kali pertama dialami oleh Jazz. Mereka sebelumnya juga pernah menjadi korban defisit 28 poin setelah satu kuarter, ketika Minnesota Timberwolves unggul 43-15 pada 7 November. Meskipun demikian, Jazz berhasil bangkit dan memenangkan pertandingan tersebut dengan skor 137-97, menunjukkan kapasitas mereka untuk pulih dari ketertinggalan.
Sehari sebelum menghadapi Knicks, Utah Jazz juga menunjukkan ketahanan mereka dengan bangkit mengalahkan Brooklyn Nets. Mereka membukukan 42 poin di kuarter keempat untuk membalikkan keadaan dan meraih kemenangan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun menghadapi jadwal berat, tim ini memiliki semangat juang yang tinggi, meskipun tidak cukup untuk mengatasi awal gemilang New York Knicks.
Pelatih Jazz, Will Hardy, mengakui bahwa jadwal pertandingan tersebut memang berat bagi timnya. Namun, ia menegaskan bahwa setiap tim dalam kalender kompetisi NBA pasti akan menghadapi periode sulit. Pernyataan ini mencerminkan realitas kompetisi basket profesional yang menuntut ketahanan fisik dan mental dari para pemain.
Sumber: AntaraNews