Ketua PAN Jabar Ingatkan Kader Bijak Bermedia Sosial, Hindari Fitnah dan Isu SARA
Derasnya arus informasi di media sosial menuntut kader partai untuk lebih peka dan bertanggung jawab dalam menyampaikan pendapat maupun informasi.
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Jawa Barat menggelar musyawarah daerah (musda) secara serentak di seluruh kabupaten dan kota se-Jawa Barat, Minggu, 21 Desember 2025. Musda tersebut merupakan forum kekuasaan tertinggi partai di tingkat daerah yang digelar setiap lima tahun.
Ketua DPW PAN Jawa Barat, Ahmad Najib Qodratullah, memimpin langsung jalannya agenda partai yang berlangsung sepanjang hari. Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan, Sekretaris Jenderal Eko Patrio, serta Wakil Ketua Umum Viva Yoga Mauladi dan Bima Arya.
Pelaksanaan musda kali ini sempat mengalami penundaan selama dua pekan terakhir. Namun akhirnya dapat terlaksana dan menjadi momentum penting bagi seluruh kader PAN di Jawa Barat untuk melakukan evaluasi dan penataan organisasi.
Pentingnya konsolidasi
Dalam sambutannya, Ahmad Najib menyampaikan pesan yang dinilai berbeda dari biasanya. Selain menekankan pentingnya konsolidasi internal partai, ia juga menyoroti tantangan baru yang dihadapi partai politik di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, digitalisasi, dan globalisasi.
Menurut Najib, derasnya arus informasi di media sosial menuntut kader partai untuk lebih peka dan bertanggung jawab dalam menyampaikan pendapat maupun informasi kepada publik.
Ia mengingatkan agar kader PAN tidak terjebak pada narasi yang berpotensi menimbulkan perpecahan di masyarakat.
"Hindari narasi beraroma fitnah, kebencian, dan SARA. Gunakan media sosial secara bijak bagi kepentingan pemajuan bangsa yang beradab," kata Najib, yang disambut tepuk tangan peserta musda.
Siap menjalankan kinerja baru
Musda serentak ini sekaligus menandai berakhirnya masa bakti kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN tingkat kabupaten/kota di Jawa Barat periode 2020–2025. Memasuki tahun 2026, kepengurusan PAN di tingkat daerah diharapkan siap menjalankan kinerja baru dengan semangat pembaruan.
Melalui agenda musda, PAN Jawa Barat menargetkan proses rotasi dan regenerasi kader dapat berjalan lebih optimal, termasuk dalam pengelolaan struktur organisasi hingga tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di kecamatan.
Ahmad Najib juga menyampaikan optimisme terhadap peningkatan perolehan kursi legislatif PAN pada Pemilu 2029. Target tersebut mencakup DPRD kabupaten/kota, DPRD Provinsi Jawa Barat, hingga DPR RI. Ia menegaskan bahwa penataan organisasi, penerapan strategi yang tepat, serta konsolidasi berjenjang hingga ke akar rumput menjadi fondasi utama untuk mewujudkan target tersebut.