Keluh Kesah Pengunjung dan Pedagang Tebet Eco Park Usai Kabar Pungli Foto
Persoalan ini, terang saja membuat pengunjung dan pedangan menjadi resah.
Sejak dibukanya Tebet Eco Park di Jakarta Selatan pada 23 April 2022 lalu selalu ramai dipadati pengunjung. Taman hijau ini menjadi magnet baru bagi warga ibu kota yang ingin melepas penat di tengah kota.
Setiap akhir pekan atau musim liburan, banyak orang datang selalu bergantian untuk menikmati suasana segar dan asri di ruang terbuka ini.
Dengan desainnya yang modern, fasilitas yang ramah bagi keluarga, serta udara yang menyejukkan, Tebet Eco Park kini menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat Jakarta untuk bersantai dan berkumpul bersama orang terdekat.
Sayangnya, belakangan ini Tebet Eco Park dicederai dengan kabar adanya kasus pungutan liar (pungli) yang viral di media sosial.
Beberapa pengunjung mengaku didatangi oknum yang mengaku dari komunitas fotografer tertentu dan dimintai biaya hingga Rp500 ribu hanya untuk mengambil foto dengan kamera non-ponsel di area taman.
Praktik palak ini kontan membuat citra taman publik yang seharusnya gratis dan nyaman menjadi tercoreng.
Cek Lokasi
Tim Merdeka.com melakukan penelusuran langsung ke lokasi. Pengamatan dilakukan sejak pukul 09.00 hingga 13.00 WIB, namun tidak ditemukan oknum yang dimaksud. Persoalan ini, terang saja membuat masyarakat pun resah.
Arief, misalnya. Salah seorang pengunjung Tebet Eco Park ini mengaku heran dan kecewa ada kabar pungli. Padahal, apa yang dilakukan pengunjung dengan melakukan foto semata-mata hanya untuk dokumentasi. Bukan foto komersil.
“Kita kan cuma foto-foto biasa, bukan photoshoot komersil. Masa harus bayar segitu? Aneh banget, padahal ini taman umum. Kasihan juga kalau ada orang yang enggak punya uang,” katanya.
Kabar mengecewakan ini pun membuat geram para pedagang. Salah seorang pedagang di sekitar wilayah itu menuturkan keresahannya.
Menurutnya, jika banyak orang yang enggan berkunjung ke Tebet Eco Park, maka akan berdampak terhadap usahanya.
“Kalau orang jadi takut datang ke sini gara-gara pungutan begitu, ya kita yang jualan juga kena imbasnya. Padahal taman ini harusnya tempat orang santai, bukan tempat dipungut uang segala,” ujar seorang pedagang di sekitar lokasi.
Menanggapi kabar ini, seorang petugas taman menegaskan bahwa praktik itu adalah ulah oknum semata. Pihak pengelola tak pernah membuat kebijakan tersebut.
“Kasus yang viral soal fotografer itu tidak ada sama sekali aturannya. Dari pihak taman tidak pernah membuat kebijakan foto berbayar Rp500 ribu. Itu murni ulah oknum yang iseng,” tegas seorang petugas Tebet Eco Park.
Reaksi Gubernur Pramono
Isu pungutan liar di Tebet Eco Park ini rupanya sampai ke telinga Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Ia pun geram.
"Itu Tebet Eco Park bebas. Jadi enggak ada (pungutan). Nanti kami tertibkan ya," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (20/10).
Ia menekankan bahwa taman tersebut adalah milik bersama, bukan lahan bisnis pribadi.
“Pokoknya kita tertibkan, enggak boleh ada pungutan-pungutan. Wong itu taman milik umum,” jelasnya.
Pram janji penertiban ini diharapkan bisa mengembalikan kenyamanan dan keamanan warga saat berekreasi.
Reporter magang: Ahmad Subayu