Kejam, IRT Diduga Disekap dan Ditelantarkan Suami hingga Tewas
PR makin panik lantaran warga menyebut adiknya terbaring di kamar rumah dengan kondisi mengenaskan.
Seorang ibu rumah tangga, CN (25), tewas diduga akibat disekap dan ditelantarkan suaminya sendiri, WS (26). Kondisi korban mengenaskan dengan tubuh kurus kering dan rambut dipenuhi kutu.
Kasus ini terungkap setelah kakak korban, PR (32), dihubungi WS untuk datang ke rumah dengan alasan darurat pada Selasa (21/1) malam. Setiba di rumah korban di Kertapati Palembang, PR kaget karena warga berkerumun.
PR makin panik lantaran warga menyebut adiknya terbaring di kamar rumah dengan kondisi mengenaskan. Seperti mayat hidup dan berbau menyengat.
PR tak sanggup menahan sedih melihat tubuh korban tinggal tulang, rambut gimbal, dan dipenuhi banyak kutu.
Alhasil, korban segera dievakuasi ke rumah sakit. Kondisinya terus memburuk dan akhirnya meninggal dunia pada Kamis (23/1).
Sengaja Disekap
PR menduga adik kandungnya tersebut disekap dan sengaja ditelantarkan suaminya. Hal itu berdasarkan dengan kondisi korban dan keterangan tetangga.
"Adik saya ditelantarkan, disekap, tidak diberi makan dan minum, dibiarkan begitu. Kami tahu setelah dia sudah kritis dan meninggal dunia di rumah sakit," ungkap PR, Senin (27/1).
Dia berharap polisi segera mengamankan pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia tak rela adiknya diperlakukan tak manusiawi dan menderita cukup lama tanpa diketahui keluarga.
Kapolsek Kertapati Palembang Iptu Angga Kurniawan menyebut pelaku sudah diamankan dan diserahkan ke Satreskrim Polrestabes Palembang. Penyidik juga telah melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi.
"Perkara ini sedang ditangani penyidik Satreskrim Polrestabes Palembang," singkat Angga.
Tak Bisa Ditemui Keluarga
PR mengatakan, penelantaran dan penyekapan tersebut diduga telah terjadi sejak satu tahun terakhir. Adiknya sengaja dibiarkan mati secara perlahan oleh suaminya tanpa diketahui penyebabnya.
"Kabar dari tetangga, adik saya sudah lama disekap dan ditelantarkan di kamar, sudah setahun," ungkap PR.
Selama itu, korban tidak diperbolehkan suaminya keluar rumah dan hanya dikurung di kamar. Dia juga tidak diizinkan menemui dan menghubungi keluarga.
"Kami sudah cukup lama tak berkomunikasi dengan adik kami. Terakhir ketemu sama orang tua bulan Februari tahun lalu, sejak itu tidak ada kabar lagi," kata PR.
Dalam pemeriksaan medis, dokter menyebut korban mengalami dehidrasi berat. Itu terjadi karena adiknya sudah lama tidak minum dan makan.
"Dokter bilang dia mengalami dehidrasi parah, badannya tinggal tulang dan kulit," kata PR.