Pernah Hidup Harmonis, Apa Motif WS Sekap & Terlantarkan Istri hingga Kurus Kering & Tewas Mengenaskan?
Memasuki tahun kelima pernikahan, wanita malang itu tewas di tangan WS.
CN (25) tak menyangka akan diperlakukan bak binatang oleh pria yang menikahirnya. Memasuki tahun kelima pernikahan, wanita malang itu tewas di tangan WS, pria yang sudah mengaruniainya anak usia 3 tahun.
CN dan WS menikah pada September 2020 dengan proses Ta'aruf. Setelah menikah, mereka tinggal di sebuah kontrakan di kawasan Kertapati, Kota Palembang, Sumatera Selatan.
Polisi sudah menangkap WS. Tetapi motifnya memberbuat setega itu pada sang istri yang dikatainya dengan sebutan hantu masih belum diketahui. Polisi masih memeriksa saksi-saksi.
"Perkara ini sedang ditangani penyidik Satreskrim Polrestabes Palembang," singkat Angga.
Awal Mula Kasus Terungkap
Kasus ini terungkap setelah kakak korban, PR (32), dihubungi WS untuk datang ke rumah dengan alasan darurat pada Selasa (21/1) malam. Setiba di rumah korban di Kertapati Palembang, PR kaget karena warga berkerumun.
PR makin panik lantaran warga menyebut adiknya terbaring di kamar rumah dengan kondisi mengenaskan. Seperti mayat hidup dan berbau menyengat.
PR tak sanggup menahan sedih melihat tubuh korban tinggal tulang, rambut gimbal, dan dipenuhi banyak kutu.
Korban dievakuasi ke rumah sakit. Kondisinya terus memburuk dan akhirnya meninggal dunia pada Kamis (23/1).
"Adik saya ditelantarkan, disekap, tidak diberi makan dan minum, dibiarkan begitu. Kami tahu setelah dia sudah kritis dan meninggal dunia di rumah sakit," ungkap PR.
Dia berharap polisi segera mengamankan. Sebab bagianya, perlakuan terhadap sang adik sunguh tak manusiawi.
Awal Pernikahan Harmonis
Sejak awal pernikahan, pasangan ini tidak tampak bermasalah. Keluarga senang mereka hidup bahagia meski hidup sederhana. Apalagi, pasutri ini taat beragama dan CN sehari-hari mengenakan cadar.
Namun lama-lama keluarga mulai curiga ada yang tak beres sejak Februari 2024. CN mengeluh karena tak diberi nafkah suaminya. Korban sempat diminta pulang ke rumah orangtuanya. Tetapi baru beberapa saat, korban dijemput pulang oleh seuaminya. Korban bersedia ikut dengan syarat sikap suaminya berubah.
Pada Oktober 2024 lalu, korban sempat datang ke rumah orangtuanya diantarkan oleh WS. Tapi WS tidak masuk dan langsung pulang begitu istrinya diantar. Keluarga tidak curiga dengan tubuh kurus korban karena ia mengenakan pakaian tertutup dan cadar. Lagi-lagi korban mengadu kondisi keluarganya.
Saat pulang ke rumah, korban mengirim pesan singkat kepada keluarganya tentang nasibnya. Diduga kesal dengan cerita korban ke keluarganya, WS semakin kesal.
Sejak saat itu ia tak diizinkan keluar rumah dan nomor telepon keluarganya diblokir WS. Diduga, saat itu juga lah CN disekap dan dilantarkan.
"Kami menduga terlapor WS dendam dengan pesan-pesan adik kami," kata PR.