Sama-Sama Mengiris Hati, Kondisi Balita yang Ibunya Disekap Memilukan: Rambut & Bulu Mata Penuh Kutu
Dari pernikahan itu, keduanya dikaruniai seorang anak berinisial AL (3).
CN (25) tak menyangka akan diperlakukan bak binatang oleh WS, suaminya. Apalagi pernikahan mereka yang kini memasuki tahun ke lima semula berjalan cukup harmonis.
Dari pernikahan itu, keduanya dikaruniai seorang anak berinisial AL (3).
CN dan WS menikah pada September 2020 dengan proses Ta'aruf. Setelah menikah, mereka tinggal di sebuah kontrakan di kawasan Kertapati, Kota Palembang, Sumatera Selatan.
Setahun terakhir CN mulai diperlakukan tak biasa oleh suaminya yang bekerja sebagai penyedia layanan bekam. Puncaknya pada Oktober 2024 lalu, dia sama sekali tak diperbolehkan meninggalkan rumah. Bahkan, komunikasi dengan pihak keluarga diputus.
CN bertahan dalam kesakitan. Tak diberikan makan, disekap dan ditelantarkan.
Bocah AL Tak Terawat
Kondisi serupa juga dialami sang buah hati. Saat kasus ini terungkap betapa kagetnya keluarga dan tetangga melihat keadaan bocah AL
Kakak korban, PR (32) mengatakan saat pertama kali dibawa, AL ketakutan dan tampak trauma. Di tak mau keluar rumah kontrakan yang mereka huni selama ini.
"Tidak mau dibawa, dia ketakutan sama orang-orang," ungkap PR, Selasa (28/1).
AL tampak sangat tak terurus. Rambut hingga bulu matanya dipenuhi kutu. Sama persis yang terjadi pada ibunya atau korban.
"Tak sanggup melihatnya, Naudzubillah, kutu di rambut dan matanya banyak sekali, wajar tidak terawat selama setahun," kata PR.
Saat masih berada di dalam rumah, AL hanya mengucapkan dua kata, yakni abi dan hantu.
Sebutan abi sebagai panggilannya untuk sang ayah. Sementara panggilan hantu dia tujukan ke ibunya atau korban CN. PR menduga sebutan hantu itu sengaja didoktrin WS kepada anaknya sehingga panggilan ke korban bukan ibu melainkan hantu. Sikap WS sebagai bentuk kebenciannya terhadap korban.
"Keponakan saya saat itu cuma bilang hantu dan abi, cuma dua kata itu saja yang diucapkan," kata PR.
Kini Dirawat Keluarga Ibu
AL semula sempat dibawa sang ayah dan dititipkan ke keluarganya. Namun keluarga korban memutuskan menjemput demi keselamatan dan masa depan AL.
Selama di rumah keluarga neneknya, AL masih sering diam. Dia sulit diajak bermain meski dengan anak seusianya.
"Kelihatan masih syok, jarang ngomong, diajak main juga susah. Mudah-mudahan lambat laun bisa normal," kata PR.