KDKMP Bisa Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja, Tiap Gerai Rekrut 17 Pekerja Lokal
Pemerintah mengatakan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bisa membuka lapangan kerja dalam skala besar.
Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tidak hanya ditujukan untuk memperkuat ekonomi desa, tetapi juga membuka lapangan kerja dalam skala besar.
Pasalnya, program tersebut diperkirakan mampu menyerap lebih dari 1,4 juta tenaga kerja di seluruh Indonesia apabila target pembangunan 80.000 unit KDKMP tercapai pada 2029.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan bahwa hal tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam pembangunan KDKMP selain menyediakan kebutuhan masyarakat dengan harga yang terjangkau.
Menurutnya, kehadiran KDKMP juga membuka peluang bagi masyarakat setempat untuk memperoleh pekerjaan. Sebab, selain seorang manajer yang direkrut melalui proses seleksi nasional, setiap unit juga mempekerjakan 17 warga lokal untuk menjalankan operasional koperasi.
"Setiap gerai KDKMP melibatkan satu manajer yang telah mengikuti rekrutmen nasional, serta 17 pekerja lokal yang seluruhnya diprioritaskan berasal dari desa setempat," ujar Qodari dalam konferensi pers, Rabu (10/6).
Penciptaan Lapangan Kerja di Desa-desa
Ia menjelaskan bahwa para pekerja lokal tersebut mengisi berbagai posisi, mulai dari asisten manajer, kasir, pramuniaga, petugas simpan pinjam, petugas gudang, sopir, hingga petugas keamanan.
Menurut Qodari, skema tersebut dirancang agar manfaat ekonomi KDKMP tidak hanya dirasakan melalui aktivitas usaha koperasi, tetapi juga melalui penciptaan lapangan kerja di desa-desa.
"Melalui KDKMP, negara hadir membangun sistem dan ekosistem yang kuat untuk ekonomi masyarakat desa agar petani tersenyum, usaha warga desa tumbuh, dan anak muda desa memiliki pekerjaan serta harapan untuk sukses," jelasnya.
Saat ini, lanjutnya, pemerintah terus mempercepat pembangunan KDKMP. Hingga 8 Juni 2026, sebanyak 1.061 unit telah beroperasi, terdiri atas 530 unit di Jawa Timur dan 531 unit di Jawa Tengah. Seluruhnya diresmikan secara simbolis oleh Presiden Prabowo Subianto di Desa Nglawak, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada 16 Mei lalu.
Proses Rekrutmen Masih Berlangsung
Berdasarkan data PT Agrinas Pangan Nusantara, sebanyak 23.010 titik KDKMP saat ini sedang dalam proses pembangunan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 12.232 titik telah rampung secara fisik dan tengah memasuki tahap persiapan operasional.
Pemerintah menargetkan pembangunan KDKMP terus dipercepat. Sekitar 20.000 unit ditargetkan dapat diresmikan pada Agustus mendatang, sementara keseluruhan target 80.000 unit diharapkan dapat diselesaikan secara bertahap hingga 2029.
"Dari informasi dari PT Agrinas Pangan Nusantara, sebanyak 20.000 titik ditargetkan dapat diresmikan pada Agustus mendatang," pungkasnya.
Selain itu, Qodari menambahkan bahwa pemerintah melalui Panitia Seleksi Pengadaan Sumber Daya Manusia KDKMP dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) masih memproses rekrutmen 30.000 calon manajer KDKMP yang akan berada di bawah naungan PT Agrinas Pangan Nusantara.
Mengutip data tim seleksi, sebanyak 639.732 pelamar telah mendaftar untuk posisi manajer KDKMP dan pegawai KNMP pada periode pendaftaran 15–24 April 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 483.648 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti seleksi kompetensi.
Adapun hingga 17 Mei 2026, sebanyak 101.158 peserta berhasil lolos seleksi kompetensi dan telah mengikuti seleksi kompetensi tambahan pada 20–31 Mei 2026, yang meliputi Tes Mental Ideologi dan Uji Pemeriksaan Kesehatan.
"Para pelamar yang lolos berstatus pegawai BUMN di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara dengan skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama dua tahun, sesuai dengan perencanaan program pada masa penguatan awal koperasi. Mereka bukan berstatus ASN, PPPK, maupun CPNS," pungkas dia.