Kado Ramadan PSI buat Ponpes Muhammadiyah Boyolali, Ciptakan Suasana Interaktif
Momentum Ramadan ini merupakan saat yang penting untuk mempererat silaturahmi
Ketua DPP PSI Bidang Hukum dan HAM Nasrullah mengunjungi dua Pondok Pesantren Muhammadiyah di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada Sabtu (28/2). Dalam kunjungan tersebut, ia membagikan ratusan paket "Kado Ramadan" kepada para santri.
Kegiatan itu dilakukan dalam rangka silaturahmi sekaligus berbagi di momentum bulan suci Ramadan. Nasrullah menyebut, kehadirannya merupakan bagian dari komitmen partai untuk tetap dekat dengan masyarakat, khususnya kalangan pesantren.
"Momentum Ramadan ini merupakan saat yang penting untuk mempererat silaturahmi. Kami datang untuk berbagi kebahagiaan dengan para santri di sini," ujar Nasrullah di sela-sela kegiatannya.
Di hadapan ratusan santri, Nasrullah yang juga menjabat sebagai Ketua Mahkamah Partai PSI menyampaikan motivasi mengenai pentingnya proses dan konsistensi dalam meraih kesuksesan. Ia menekankan nilai berorganisasi sejak dini sebagai bekal kepemimpinan.
"Sejak zaman pelajar saya aktif di organisasi, mulai dari tingkat ranting hingga terpilih menjadi formatur dan menjabat sebagai salah satu ketua di level Pimpinan Pusat. Tentu semua itu tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses yang konsisten," tegasnya.
Untuk menciptakan suasana yang lebih interaktif, Nasrullah juga menggelar sesi kuis bersama para santri.
Penghormatan Kepada Kiyai
Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep agar seluruh jajaran pengurus turun langsung ke masyarakat dan pesantren. Hal senada juga disampaikan Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali mengenai pentingnya mempererat hubungan dengan para kiai dan pembina pesantren.
"Kami melakukannya sebagai wujud penghormatan kepada para guru, kyai, dan ulama yang selama ini menjadi penjaga nilai-nilai moral bangsa," tutur Ahmad Ali dalam pesan singkatnya beberapa waktu lalu.
Harap Berkelanjutan
Nasrullah berharap silaturahmi dengan kalangan pesantren dapat terus terjalin secara berkelanjutan.
"Harapannya ke depan kami bisa terus mendengar serta menjalankan setiap nasihat dan arahan para kiai. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk tetap berpijak pada nilai-nilai kebangsaan dan agama," pungkasnya.