Kabar Gembira, Jemaah Umrah Kini Bisa Masuk Arab Saudi dengan Visa Apa Pun
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah menetapkan bahwa kebijakan umrah dapat menggunakan visa jenis apa pun.
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah menetapkan kebijakan baru. Mereka mengonfirmasi bahwa semua pemegang visa kini dapat melaksanakan umrah di Kerajaan Arab Saudi. Menurut laporan Saudi Press Agency, langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk menyederhanakan prosedur bagi jemaah umrah serta memperluas akses ke layanan dalam sistem haji dan umrah, yang mendukung tujuan Visi Saudi 2030.
Seperti yang dilansir oleh Gulf News pada Selasa (7/10/2025), kementerian menjelaskan bahwa visa yang termasuk dalam kebijakan ini meliputi visa kunjungan pribadi, visa keluarga, visa turis elektronik, visa transit, dan visa kerja.
"Langkah ini menggarisbawahi komitmen Kerajaan untuk memungkinkan umat Islam dari seluruh dunia untuk melaksanakan ibadah mereka dengan mudah dan tenang," ujar kementerian.
Kementerian juga menekankan peluncuran platform Nusuk Umrah, yang memungkinkan pengguna untuk melaksanakan umrah secara langsung dengan memilih paket dan memperoleh izin secara elektronik. Platform ini juga memungkinkan jemaah untuk memesan layanan serta memilih waktu dengan lebih fleksibel.
"Langkah-langkah fasilitasi ini mencerminkan kesungguhan Pemerintah Wali Dua Masjid Suci dan Yang Mulia Putra Mahkota untuk menyediakan lingkungan spiritual yang aman bagi umat Islam, serta layanan berkualitas tinggi yang memperkaya pengalaman umrah," demikian pernyataan dari Kementerian.
Bagaimana cara untuk mengakses Nusuk Umrah?
Sementara itu, melalui Nusuk Umrah, Arab Saudi berupaya untuk menghilangkan perantara bagi jemaah yang ingin melaksanakan umrah.
Platform ini dapat diakses melalui umrah.nusuk.sa serta aplikasi Nusuk yang tersedia di Google Play dan App Store Apple. Layanan yang ditawarkan mencakup berbagai pilihan, mulai dari e-visa, reservasi hotel, transportasi, hingga wisata budaya dan layanan pendukung.
Jemaah memiliki kebebasan untuk memilih paket yang telah tersedia atau menyesuaikan rencana perjalanan mereka sendiri dengan antarmuka multibahasa yang terintegrasi dengan sistem pemerintah, sehingga memastikan proses yang aman dan lancar. Pengguna juga dapat mengatur paket sesuai dengan kebutuhan spesifik mereka.
Untuk menggunakan layanan ini, langkah-langkah yang perlu diikuti adalah:
- Buat akun di situs web atau aplikasi seluler Nusuk.
- Masukkan data pribadi seperti KTP atau paspor, nomor telepon, email, kewarganegaraan, dan tanggal lahir.
- Verifikasi akun dengan kode keamanan yang dikirimkan ke ponsel atau email Anda.
- Pilih "Layanan Umrah", kemudian tentukan tanggal dan waktu yang diinginkan.
- Tambahkan pendamping jika bepergian dengan keluarga atau teman.
- Tinjau instruksi dan setujui persyaratan yang ada.
- Selesaikan pembayaran secara online melalui berbagai opsi yang aman.
- Terima e-visa Anda dalam waktu singkat.
Layanan keuangan untuk jemaah haji dan umrah
Setiap tahun, lebih dari satu juta jemaah dari Indonesia melakukan perjalanan ke Tanah Suci. Banyak di antara mereka yang masih memilih untuk membawa uang tunai dalam jumlah besar, meskipun cara ini berpotensi menimbulkan risiko seperti kehilangan, pencurian, atau biaya tukar yang tidak menguntungkan.
Untuk mengatasi masalah ini, UmrahCash bekerja sama dengan VIDA meluncurkan dompet digital syariah yang aman dan praktis, khusus dirancang untuk jemaah haji dan umrah. Inisiatif ini menegaskan komitmen UmrahCash dan VIDA dalam membangun kepercayaan digital di sektor fintech syariah, serta memberikan layanan keuangan yang aman, transparan, dan dapat diandalkan bagi jemaah haji dan umrah.
Founder & CEO UmrahCash, William Phelps, mengungkapkan bahwa solusi ini akan mempermudah jemaah dan melindungi mereka dari risiko yang tidak perlu. Dengan adanya layanan baru ini, jemaah hanya perlu menyetorkan uang dalam bentuk rupiah di Indonesia dan secara otomatis akan mendapatkan saldo dalam riyal yang dapat ditarik di agen resmi (human ATM) di Makkah dan Madinah.
"Kolaborasi dengan VIDA menjadikan seluruh proses lebih aman dan praktis, sekaligus membuka jalan menuju integrasi pembayaran QRIS di Arab Saudi mulai 2026," ujarnya, seperti dilansir Liputan6.com.
Keamanan yang berlapis
Phelps menyatakan bahwa kolaborasi ini juga merupakan jawaban atas tantangan yang dihadapi terkait kejahatan digital. Dalam beberapa tahun terakhir, kejahatan digital semakin meningkat, mulai dari pembajakan akun hingga penipuan yang menggunakan teknologi deepfake.
Oleh karena itu, perlindungan identitas digital menjadi sangat krusial bagi jemaah yang kini lebih sering memanfaatkan layanan digital selama perjalanan mereka. Untuk itu, mereka memperkenalkan beberapa lapisan keamanan seperti biometrik, deteksi manipulasi identitas, dan sertifikat elektronik yang diakui secara hukum.
Head of Enterprise Business Development, Ika Luthfiani, menambahkan bahwa teknologi identitas digital dapat berfungsi sebagai perisai bagi jemaah. Ia menekankan pentingnya penggunaan verifikasi biometrik dan deteksi manipulasi identitas oleh VIDA untuk menghindari penipuan yang masih marak terjadi di sektor keuangan digital. Dengan demikian, jemaah dapat merasa lebih aman dan nyaman saat melakukan transaksi.