Arab Saudi Perketat Jemaah Masuk ke Kota Mekkah
Hanya jemaah yang terdaftar resmi melalui kartu Nusuk atau melalui syarikah yang diizinkan masuk.
Pemerintah Arab Saudi memperketat pengawasan terhadap akses masuk ke kota suci Makkah pada musim haji tahun ini. Hanya jemaah yang terdaftar resmi melalui kartu Nusuk atau melalui syarikah yang diizinkan masuk.
Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Hilman Latief saat rapat kerja bersama Komisi VIII di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/5).
"Tahun ini kerajaan Saudi sangat sulit sekali memberikan izin untuk masuk Makkah Pak. Jadi kalau tahun lalu masuk Makkah agak mudah tetapi dia agak sulit untuk ke (Masjidil) Harom," kata Hilman.
Selain kartu Nusuk, Hilman mengatakan, pihak yang bisa menjamin jemaah bisa masuk ke Makkah adalah syarikah atau perusahaan penyedia layanan haji di Arab Saudi.
"Tahun ini ke Makkah itu sudah sulit sekali, sudah sangat ketat dan satu-satunya selain kartu nusuk yang bisa meloloskan jemaah itu adalah syarikah. Satu-satunya yang bisa meloloskan jemaah itu syarikah yang bertanggung jawab," ucapnya.
Percepatan Aktivasi Nusuk
Hilman menambahkan, asklerasi percepatan aktivasi Nusuk di Madinah masih terus berlangsung. Dia terus berupaya agar jemaah yang tersisa dapat diberangkatkan dari Madinah ke Makkah sesuai jadwal.
"Akselerasi dilakukan dari tim di kementerian haji langsung dipimpin bersama dengan kementerian agama dan juga dengan service provider yang bertanggung jawab," tuturnya.
Menurutnya, proses aktivasi Nusuk yang terintegrasi langsung dengan sistem e-Hajj milik pemerintah Arab Saudi juga mengalami tantangan tersendiri.
"Jadi ada aktivasi itu tidak bisa dilakukan oleh kita sendirian, harus bersama-sama bareng (dengan pemerintah Arab Saudi) karena ada aktivasi di dalam sistem. Jadi ketika Nusuk itu discan, itu juga sudah terdeteksi," pungkas Hilman.