Jumlah Rumah Rusak Akibat Tanah Longsor Pamekasan Bertambah, Puluhan Warga Mengungsi
Bencana Tanah Longsor Pamekasan di Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, menyebabkan jumlah rumah rusak bertambah menjadi 16 unit. Puluhan jiwa terdampak telah diungsikan demi keselamatan.
Pamekasan, Jawa Timur, kembali dilanda bencana alam yang memprihatinkan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan melaporkan bahwa jumlah rumah rusak akibat Tanah Longsor Pamekasan di Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, terus bertambah. Data terbaru menunjukkan 16 unit rumah kini mengalami kerusakan signifikan, meningkat dari laporan awal 13 unit.
Kepala Pelaksana BPBD Pemkab Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, mengonfirmasi peningkatan ini pada Senin malam, berdasarkan laporan terkini dari tim lapangan. Bencana ini telah berdampak pada 64 jiwa, dan sebagian besar dari mereka telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari risiko lebih lanjut.
Tim gabungan dari BPBD, kepolisian, dan TNI masih terus berjaga di lokasi, tidak hanya memantau situasi tetapi juga menyalurkan bantuan esensial. Bantuan berupa makanan dan kebutuhan pokok lainnya diberikan kepada para korban yang terdampak oleh bencana Tanah Longsor Pamekasan ini.
Peningkatan Kerusakan dan Dampak Tanah Longsor Pamekasan
Laporan terbaru dari tim lapangan BPBD Pamekasan menunjukkan peningkatan signifikan pada jumlah rumah yang rusak akibat Tanah Longsor Pamekasan di Desa Sana Daja. Awalnya, 12 rumah dilaporkan rusak pada Sabtu (17/1) setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Kini, angka tersebut telah melonjak menjadi 16 unit rumah yang tersebar di Dusun Paseset Timur, Dusun Sorren, dan Dusun Laok Gunung.
Jenis kerusakan yang dialami rumah-rumah warga bervariasi, meliputi dinding dan lantai yang terbelah serta fondasi bangunan yang ambles. Kerusakan ini dipicu oleh pergerakan tanah yang masif akibat curah hujan tinggi. Selain merusak hunian, bencana Tanah Longsor Pamekasan ini juga sempat menutup akses jalan lintas desa, meskipun kini telah dilakukan evakuasi oleh petugas untuk memulihkan kembali jalur transportasi.
Akhmad Dhofir Rosidi juga menjelaskan bahwa luas area terdampak tanah gerak dan longsor mencapai 3.483 meter persegi. Kondisi ini menunjukkan skala bencana yang cukup besar dan memerlukan penanganan serius dari berbagai pihak terkait.
Upaya Penanganan dan Peringatan Dini Bencana
Menyikapi kondisi darurat ini, tim BPBD Pamekasan bersama aparat kepolisian dan TNI terus melakukan pemantauan intensif di lapangan. Mereka tidak hanya fokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga memastikan keselamatan warga melalui upaya evakuasi dan mitigasi risiko. Bantuan logistik berupa makanan dan kebutuhan dasar lainnya terus didistribusikan kepada para korban Tanah Longsor Pamekasan yang kini berada di pengungsian.
Petugas juga secara tegas meminta warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian untuk segera mengungsi, meskipun rumah mereka belum mengalami kerusakan. Imbauan ini dikeluarkan sebagai langkah preventif untuk mencegah jatuhnya korban akibat potensi longsor susulan. "Sebab berdasarkan pengamatan tim, gerakan tanah di sekitar lokasi kejadian hingga saat ini masih terjadi," kata Rosidi.
Kondisi gerakan tanah yang masih aktif menjadi perhatian utama bagi tim penanggulangan bencana. Oleh karena itu, koordinasi antara BPBD, TNI, dan Polri sangat penting untuk memastikan respons cepat dan efektif dalam menghadapi ancaman longsor lanjutan di wilayah Desa Sana Daja, Pamekasan.
Sumber: AntaraNews