Pamekasan, Jawa Timur – Aparat kepolisian dari Polres Pamekasan menunjukkan kepedulian tinggi dengan menerjunkan tim medis ke lokasi pengungsian korban tanah longsor. Tim ini bergerak menuju Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, tempat para korban masih bertahan di tenda-tenda pengungsian setelah rumah mereka rusak parah akibat bencana beberapa waktu lalu. Langkah cepat ini diambil untuk memastikan kesehatan para pengungsi tetap terjaga di tengah kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut.
Kapolres Pamekasan, AKBP Hendra Eko Triyulianto, menegaskan bahwa penanganan medis sangat dibutuhkan oleh para korban, terutama mengingat intensitas hujan deras disertai angin kencang yang sering terjadi. Kondisi cuaca ekstrem ini meningkatkan risiko kesehatan bagi warga yang tinggal di pengungsian. Oleh karena itu, Dokkes Polres Pamekasan segera dikerahkan untuk memberikan bantuan.
Tim medis tidak hanya melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh, tetapi juga menyalurkan bantuan obat-obatan esensial kepada para pengungsi di Desa Sana Daja. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir dan melayani masyarakat, khususnya dalam situasi darurat bencana.
Advertisement
Advertisement
Bencana tanah longsor di Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, Pamekasan, terjadi pada Sabtu, 17 Januari 2026, menyusul curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut. Akibatnya, sebanyak 64 jiwa dari 13 kepala keluarga harus mengungsi dan kini menempati tenda-tenda darurat. Kondisi ini memerlukan perhatian khusus terhadap kesehatan mereka, terutama anak-anak dan lansia yang lebih rentan terhadap penyakit.
Tim medis dari Dokkes Polres Pamekasan telah diterjunkan secara langsung ke lokasi pengungsian untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis. Mereka melakukan pemeriksaan umum, memberikan vitamin, serta obat-obatan sesuai kebutuhan para pengungsi. Langkah proaktif ini diharapkan dapat mencegah penyebaran penyakit dan menjaga kondisi fisik warga agar tetap prima selama masa pengungsian.
Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Eko Triyulianto menyatakan, “Tim medis dari Dokkes Polres Pamekasan kami terjunkan ke sana untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus memberikan bantuan obat-obatan kepada para pengungsi di Desa Sana Daja.” Bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak bencana, memastikan mereka mendapatkan penanganan yang layak di tengah kesulitan.
Advertisement
Advertisement
Selain penanganan kesehatan, bencana tanah longsor ini juga menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur. Awalnya, 12 rumah dilaporkan rusak, tersebar di Dusun Paseset Timur, Dusun Sorren, dan Dusun Laok Gunung. Jenis kerusakan meliputi dinding dan lantai rumah yang terbelah, serta fondasi bangunan yang ambles akibat pergerakan tanah yang dipicu curah hujan tinggi.
Tidak hanya merusak permukiman warga, bencana ini juga memutuskan akses jalan lintas desa yang tertutup material longsor. Polres Pamekasan tidak hanya fokus pada bantuan medis, tetapi juga mengerahkan personel khusus untuk membuka kembali akses jalan yang tertutup. Upaya ini krusial untuk melancarkan distribusi bantuan dan memulihkan mobilitas warga.
“Selain menerjunkan tim medis, kami juga menerjunkan personel khusus untuk membuka akses jalan desa yang tertutup material longsor dan membangun kembali jalan yang rusak parah akibat musibah tersebut,” tambah AKBP Hendra Eko Triyulianto. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan saat ini juga sedang berupaya untuk membantu perbaikan rumah para korban dengan mengajukan bantuan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Advertisement
Advertisement
Dampak tanah longsor di Desa Sana Daja sangat dirasakan oleh masyarakat setempat. Puluhan rumah mengalami kerusakan berat, bahkan ada yang tidak dapat ditempati lagi karena ambles atau retak parah. Kondisi ini memaksa warga untuk mengungsi, meninggalkan harta benda mereka demi keselamatan. Pergerakan tanah yang masih terjadi di beberapa titik juga menimbulkan kekhawatiran baru bagi warga.
Koordinasi antara berbagai pihak menjadi kunci dalam penanganan bencana ini. Polres Pamekasan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya untuk memastikan bantuan tersalurkan secara efektif. Peran aktif dari berbagai elemen masyarakat juga sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Upaya Pemkab Pamekasan dalam meminta bantuan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur menunjukkan komitmen serius untuk memulihkan kondisi warga. Diharapkan, dengan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan provinsi, para korban tanah longsor dapat segera mendapatkan kembali kehidupan normal mereka.
Advertisement
Sumber: AntaraNews