Jatuh Bangun Nizar Membangun Importa, Modal Awal Pinjam Orang Tua kini Punya 4.500 Mitra Toko
Kerja keras menjadi kunci Nizar membesarkan brand Importa.
Nama Nizar Bawazier dikenal sebagai seorang pebisnis ulung dibidang furniture dengan brand usaha bernama Importa. Keuletan Nizar membangun brand Importa ini dilaluinya dengan jalan yang panjang dan terjal. Kerja keras menjadi kunci Nizar membesarkan brand Importa.
Bermula dari sebuah ruko sederhana berukuran 8x12 meter di Temanggung, Jawa Tengah, Importa lahir dari mimpi Nizar untuk bisa menghadirkan solusi furniture yang stylish, fungsional, awet, dan tetap terjangkau bagi masyarakat Indonesia.
Nizar mengenang tahun 2023 saat baru saja lulus dari sebuah SMA di Kabupaten Temanggung dirinya dihadapkan pada dua pilihan yakni lanjut kuliah atau bekerja. Nizar pun memilih sebuah pilihan yang beresiko yakni menolak kuliah memilih untuk bekerja. Pekerjaan yang dipilih Nizar adalah menghidupkan kembali toko mebel sederhana milik orang tuanya saat itu.
Nizar menyebut jangan membayangkan jika dengan pilihan yang diambilnya dia diberi warisan bisnis lengkap dengan modal dan jaringan. Yang ia dapat hanyalah satu hal: kepercayaan.
"Kalau mau kerja, tak silihi toko neng (kalau mau bekerja tak pinjami toko) di Temanggung. Tapi ya minjemi, bukan ngasih," kenang Nizar menirukan ucapan orang tuanya.
Berbekal semangat Nizar pun membuka sebuah toko kecil di kawasan MT Haryono, Temanggung. Toko itu hanya berukuran 8x12 meter. Dari sinilah semuanya dimulai. Tahun 2004, toko resmi dibuka.
Memulai bisnis awalnya tanpa modal, Nizar hanya mengandalkan sistem konsinyasi yakni barang dititipkan dan dibayar setelah laku. Bagi Nizar sistem konsiyasi ini memiliki margin kecil, tenaga besar.
Usai membuka toko meubel, Nizar mulai menyadari potensi penjualan sofa. Nizar pun mulai memproduksi sendiri. "Tapi waktu itu enggak ada bantuan modal. Modalnya cuma pinjaman Rp15 juta dari kakak. Itu saya pakai untuk menyewa gudang dan mulai produksi sofa sederhana," tutur Nizar.
Setiap hari, Nizar keliling membawa 4-5 set sofa menggunakan mobil pikap, ke Jogja, ke Semarang, ke toko-toko furniture lawas. Nizar ingat betul saat sofa-sofanya ludes hanya dalam satu hari. "Jadi sales juga," kenangnya dengan tawa kecil.
Dari EO ke Pameran
Keberuntungan berpihak saat Nizar nekat masuk dunia pameran. Salah satu Event Organizer (EO) menawari space murah di Galeria Mall Yogyakarta pada akhir 2004. Saat itu Nizar ditawari lapak berukuran 10x10 meter dengan biaya sewa Rp5 juta. Momen itu juga menjadi titik balik.
Pameran meledak, produk laris. Akhirnya ia mulai mengekspansi model penjualannya: tak hanya toko dan keliling, tapi juga pameran reguler di mall besar seperti Ambarukmo Plaza, Solo Square, hingga Java Mall Semarang.
"Lambat laun channel kemitraan mulai jalan. Malah sebagian besar omzet justru dari luar toko." Kata Nizar.
Modal Nekat Belajar Sampai ke Negeri China
Tahun 2009, Nizar memberanikan diri berangkat ke China. Modal cekak, pengetahuan minim, tapi tekad besar. Ia ingin melihat langsung pameran furniture terbesar di dunia. Banyak pelajaran yang ia dapat dari sana.
"Yang penting berangkat dulu. Cah SMA modal wani wae (berani saja)," ungkap Nizar.
Dari perjalanan itu Nizar membangun sistem yang lebih baik dan merintis perusahaan yang kelak dikenal dengan nama Importa. Pasar furniture kelas menengah bawah Indonesia saat itu didominasi produk partikel board. Jamuran, rapuh, rayapan kerap menjadi persoalan saat itu.
Berbekal analisisnya itu, Nizar menyebut harus ada solusi. Tahun 2017, Nizar memperkenalkan lemari pakaian berbahan besi yang menjadi solusi lemari anti rayap dan anti jamur.
Saat awal mengenalkan lemari berbahan besi, Nizar sempat ditertawakan. Tapi Nizar yakin, ini masa depan. "Aku bilang ini lemari masa depan. Awalnya sales kecil, lalu aku mulai printing pattern biar tampilannya beda. Lama-lama laku juga," kata CEO Importa itu.
Inovasi ini menjadi momentum besar. Lemari besi Importa mulai booming. Harga terjangkau, tampilan menarik, tahan lama. Target pasar kelas B dan C menyambut antusias. Produknya jadi solusi di tengah minimnya pilihan berkualitas.
Membangun Ekosistem UMKM, Mewujudkan Mimpi ke ASEAN
Hingga 2025, Importa punya lebih dari 4.500 mitra toko mebel di seluruh Indonesia, 3.500 di antaranya aktif repeat order. Ia membangun sistem kemitraan yang bukan hanya jualan, tapi juga edukasi: pelatihan, digital marketing, dan pengembangan usaha kecil.
"Kami ingin toko-toko kecil bisa naik kelas. Bisa jualan produk berkualitas dengan margin sehat," ungkap Nizar.
Kini, targetnya bukan hanya Indonesia. Tahun depan, ia menargetkan ekspansi ke Filipina, pasar yang menurutnya bisa ditangkap seperti Indonesia 10 tahun lalu.
"Mereka masih dominan partikel. Oleh karena itu, kami ingin menjadi pelopor lemari pakaian berbahan besi," katanya penuh semangat.
Nilai Hidup: Konsistensi dan Amanah
Selama 20 tahun lebih berbisnis, Nizar mengaku tak pernah ingkar janji ke supplier. Semua pembayaran tepat waktu. Ia percaya, integritas adalah aset terbesar dalam bisnis.
"Saya enggak pernah mblenjani (ingkar) janji. Itu yang saya jaga. Kalau orang sudah percaya, peluang akan datang sendiri," tutur Nizar.
Nizar juga menanamkan nilai-nilai inti di perusahaannya: Brave, Enthusiast, Sinergy, Integrity – atau singkatnya: BESI.
Kini, Importa diakui sebagai market leader di kategori lemari besi. Dua kali masuk top brand. Bahkan, dalam sebulan, mereka bisa menjual hampir 40.000 lemari pakaian.
"Saya yakin, pasar kita ini besar. Yang penting konsisten. Kalau nggak konsisten, gak akan dapat momentum," ungkap Nizar.
Importa Raih Top Brand Award 2025
Sebagai pelopor furniture lemari pakaian berbahan dasar besi di Indonesia, Importa kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Top Brand Award 2025 untuk kategori Furniture Besi. Penghargaan bergengsi ini diserahkan dalam acara di Intercontinental Bali Resort, Jimbaran (12/8) lalu.
Capaian ini mengukuhkan posisi Importa sebagai market leader furniture besi dengan Top Brand Index 39,6%. Angka tersebut mencerminkan kepercayaan konsumen yang terbangun melalui standar mutu yang konsisten, ketepatan layanan, serta ketersediaan produk yang terjaga di pasar nasional. Prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen Importa dalam menghadirkan produk berkualitas tinggi sejak awal berdiri.
Dalam dua tahun terakhir, Importa berhasil meraih Top Brand Award secara berturut-turut, sebuah capaian yang merepresentasikan konsistensi dan dedikasi perusahaan dalam melayani kebutuhan masyarakat Indonesia selama lebih dari 14 tahun perjalanan bisnisnya.
Tidak hanya unggul dari sisi kualitas produk, Importa juga terus memperluas jangkauan distribusi melalui jaringan gudang di lebih dari 22 wilayah strategis dan lebih dari 4.500 toko mitra yang tersebar di seluruh Nusantara.
"Kami bisa menyebut pemimpin pasar di kategori ini (furniture dengan bahan dasar besi). Kami menghadirkan yang stylist, fungsional, dan harga terjangkau. Stylist dapat fungsi dapat harga murah," terang Nizar.
Sejak awal, Importa dikenal sebagai perusahaan yang mengedepankan desain fungsional, kekuatan material besi, serta ketersediaan produk untuk berbagai segmen pasar, mulai dari keluarga muda hingga pelaku bisnis furniture. Inovasi produk terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan dinamis masyarakat urban dan modern.
Ke depan, Importa berkomitmen untuk memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar furniture besi melalui inovasi berkelanjutan, pengembangan sistem distribusi, digitalisasi layanan, serta kolaborasi strategis dengan berbagai mitra ritel nasional.
"Cita-cita mimpi kita dalam waktu dekat mau ekspansi ke ASEAN. Target tahun depan masuk Filipina. Pengennya brand lokal ke global," tutup Nizar.