Perjalanan Faber Instrument Indonesia menjadi bukti nyata peran BRI dalam mendorong UMKM naik kelas dan menembus pasar global. UMKM yang berawal dari sekelompok pemuda di Cipendawa, Pacet, Kabupaten Cianjur ini mengolah limbah kayu jati bersertifikasi SPLK menjadi kerajinan bernilai tinggi. Produk andalannya adalah Wooden Radio Vintage Return, sebuah radio kayu yang memadukan estetika klasik dengan teknologi modern.
"Faber Instrument Indonesia lahir dari sekelompok pemuda dengan berbagai keahlian, mulai dari elektronika hingga seni pahat. Awalnya, kami hanya iseng mencoba memperbaiki sebuah radio jadul peninggalan nenek, lalu memodifikasinya dengan kayu jati bekas. Dari situlah, kami melihat peluang untuk meningkatkan nilai jual limbah kayu jati dengan cara yang unik dan anti-mainstream. Kami tidak hanya membuat produk dengan ukiran seni, tetapi juga menggabungkannya dengan teknologi modern," ujar Devasari Rahmawati, CEO Faber Instrument Indonesia saat mengikuti BRI UMKM EXPO(RT) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (30/1/2025) lalu.
Produk Wooden Radio Vintage Return hadir dengan fitur FM, USB, hingga Bluetooth, sekaligus menawarkan nostalgia dan kenyamanan dalam satu perangkat. Desainnya yang unik menjadikannya bukan sekadar alat hiburan, tetapi juga dekorasi rumah bergaya klasik minimalis.
Lebih dari itu, model desain dan proses produksi Faber juga memperhatikan keberlanjutan. Limbah kayu jati yang digunakan berasal dari sumber legal, bahkan melibatkan ibu-ibu sekitar workshop untuk anyaman rotan. "Industri pengolahan limbah kayu jati kami telah terverifikasi. Kami menggunakan SPLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu) untuk memastikan bahwa kayu yang kami ekspor ke luar negeri berasal dari sumber yang legal dan bukan hasil penebangan liar (illegal logging). Selain itu, kami juga menggunakan limbah kayu jati dari Perhutani," jelas Deva.
Prestasi Internasional
Didukung berbagai pameran dan program dari BRI, Wooden Radio Faber Instrument Indonesia telah melangkah ke pentas global. Produk model Joglo pernah meraih Wood Awards 2021 di Inggris, dan brand ini dipercaya menjadi official merchandise pada ajang internasional seperti G20 Indonesia, MotoGP Mandalika, hingga COP26 di Glasgow.
"Kami membawa desain Joglo tersebut sebagai representasi produk Indonesia yang sudah terverifikasi SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu). Kita menang membawa nama Indonesia dari produk limbah kayu jati, hasil hutan hujan tropisnya Indonesia," ujar Deva.
Produk Faber pun berhasil masuk pasar ekspor hingga Taiwan, Turki, Korea Selatan, China, dan Amerika Serikat, dengan segmen utama B2B seperti kementerian, BUMN, dan perusahaan swasta besar.
Tak hanya itu, dalam momen EXPO BRILianpreneur 2023, Presiden Joko Widodo juga membeli langsung radio model Gede Pangrango, memperlihatkan apresiasi tinggi terhadap karya anak bangsa.
Apresiasi kepada BRI
Dalam keikutsertaan di BRI UMKM EXPO(RT) 2025, Deva menegaskan bahwa dukungan BRI sangat berperan dalam memperluas pasar dan memperkuat bisnis Faber. "Bisa terpilih lagi tentu sangat menyenangkan. Artinya, tim kurasi menilai produk kami berkualitas dan layak untuk dipilih. Ini semakin memotivasi kami untuk terus mengembangkan perusahaan dan memperluas ekspansi pasar dengan lebih agresif," ujarnya.
Lebih lanjut Deva menyampaikan target besar untuk meningkatkan kapasitas produksi demi memenuhi permintaan pasar ekspor. "Target kami adalah memenuhi kebutuhan pasar ekspor secara lebih optimal. Kami ingin terus meningkatkan kapasitas produksi agar bisa menjangkau lebih banyak pelanggan internasional," tambahnya.
BRI bukan hanya memfasilitasi Faber melalui pameran, tetapi juga lewat layanan keuangan yang memudahkan operasional. "BRI sangat mendukung dan mempermudah transaksi bisnis kami. Aplikasi BRimo dan layanan kantor cabang BRI sangat membantu kami. Karena itu, kami merasa nyaman menggunakan BRI untuk semua transaksi, dan menjadikan BRI sebagai rekening perusahaan kami," jelas Deva.
Deva menekankan bahwa BRI bahkan ikut menjadi pelanggan produk mereka. "BRI merupakan salah satu pelanggan kami. Mereka tidak hanya menggunakan produk kami, tetapi juga menjadikannya sebagai souvenir. Pelanggan yang menerima souvenir dari BRI sering kali tertarik untuk melakukan pemesanan langsung kepada kami. Jadi, BRI bukan hanya berperan sebagai pelanggan, tetapi juga sebagai saluran pemasaran yang efektif bagi Faber Instrument Indonesia," tuturnya.
Ke depan, Deva berharap BRI dapat memperluas kiprah dukungannya dengan menggelar EXPO UMKM di luar negeri. Ia yakin, dengan peran aktif BRI, produk-produk UMKM Indonesia akan semakin dikenal dunia, memberi manfaat besar bagi perekonomian nasional.