Jasad Terakhir Korban Tambang Timah Pemali Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup
Tim SAR berhasil menemukan jasad Soleh, korban terakhir insiden longsor tambang bijih timah di Desa Pemali Bangka, mengakhiri operasi pencarian yang berlangsung sejak Senin (2/2).
Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad Soleh, korban terakhir insiden tanah longsor di area tambang bijih timah Desa Pemali, Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Sabtu (7/2) sore. Penemuan ini secara resmi mengakhiri operasi pencarian dan evakuasi yang telah berlangsung sejak musibah terjadi pada Senin (2/2). Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bangka, Nazarudin, mengonfirmasi penemuan tersebut.
Insiden tragis ini menelan tujuh korban jiwa, yang semuanya telah berhasil ditemukan oleh tim di lapangan. Mereka adalah Abat, Samson, Sanam, Abeng, Alex, Manaf, dan Soleh, yang identitasnya telah dikonfirmasi meninggal dunia. Seluruh korban diketahui berasal dari Banten, dengan salah satu keluarga korban bahkan datang langsung ke lokasi musibah untuk memantau proses pencarian.
Meskipun sempat menghadapi kendala akibat struktur tanah yang bergeser, tim SAR berhasil mengevakuasi jasad Soleh tanpa kesulitan berarti. Pencarian intensif melibatkan sejumlah alat berat dan bantuan anjing pelacak dari Polda Bangka Belitung. Penutupan operasi ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keamanan dan keselamatan kerja di sektor pertambangan.
Penemuan Jasad Soleh dan Penutupan Operasi SAR
Jasad Soleh ditemukan pada pukul 13.33 WIB, Sabtu (7/2), di lokasi tambang bijih timah yang longsor di Desa Pemali. Dengan penemuan ini, seluruh tujuh korban yang tertimbun tanah longsor telah berhasil diidentifikasi dan dievakuasi. Proses pencarian yang melibatkan berbagai elemen tim SAR ini telah berjalan intensif selama beberapa hari.
Para korban meninggal dunia dalam insiden ini meliputi Abat, Samson, Sanam, Abeng, Alex, Manaf, dan Soleh. Mereka semua merupakan pekerja tambang yang tertimbun longsor saat beraktivitas. Tim SAR gabungan terdiri dari Kantor SAR Pangkalpinang, SAR Brimob, Polres Bangka, personel Polsek Pemali, BPBD Kabupaten Bangka, serta Relawan Laskar Sekaban, dan pihak keluarga korban.
Nazarudin menjelaskan bahwa tim sempat mengalami kendala dalam pencarian awal karena pergeseran struktur tanah di area tambang. Namun, dengan pengerahan alat berat dan anjing pelacak, hambatan tersebut dapat diatasi. Setelah jasad Soleh ditemukan, operasi pencarian dan pertolongan dinyatakan resmi ditutup, menandai berakhirnya upaya evakuasi korban.
Menyikapi insiden ini, Nazarudin kembali menekankan pentingnya penerapan keamanan, kesehatan, dan keselamatan (K3) kerja bagi seluruh pekerja tambang bijih timah. Saran ini bertujuan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. Kesadaran akan K3 menjadi krusial untuk melindungi nyawa para pekerja di lingkungan kerja yang berisiko tinggi.
Kronologi Insiden dan Dugaan Penambangan Ilegal
Musibah tanah longsor di area tambang bijih timah Desa Pemali Bangka ini terjadi pada Senin (2/2) sekitar pukul 17.00 WIB. Insiden tersebut mengejutkan banyak pihak dan segera memicu respons cepat dari tim SAR setempat. Selain tujuh korban meninggal dunia, tercatat ada empat pekerja lain yang berhasil selamat dari bencana ini, yaitu Ecek, Asep, Mani, dan Sainan.
Kegiatan penambangan bijih timah di lokasi kejadian diduga tidak mengantongi izin dokumen resmi, meskipun berada di atas area Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai legalitas operasional tambang tersebut dan pengawasan yang ada. Dugaan penambangan ilegal seringkali berkorelasi dengan minimnya standar keselamatan kerja.
Para korban yang meninggal dunia, termasuk Soleh, diketahui berasal dari Banten, menunjukkan mobilitas pekerja tambang antarprovinsi. Kehadiran adik Soleh dari Banten ke lokasi musibah menjadi bukti betapa insiden ini berdampak luas pada keluarga korban. Kondisi ini menyoroti perlunya perhatian lebih terhadap kesejahteraan dan keselamatan pekerja migran di sektor pertambangan.
Sumber: AntaraNews