Jadi Tokoh Pemberantasan Korupsi, Ini Penghargaan Pernah Diraih Novel Baswedan
Novel Baswedan, sosok antikorupsi, meraih berbagai penghargaan atas dedikasinya dalam memberantas korupsi di Indonesia.
Novel Baswedan, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan salah satu tokoh pemberantasan korupsi dalam negeri. Sejumlah kasus korupsi kelas kakap digarap Novel.
Sejumlah prestasi dan penghargaan telah diraihnya sepanjang kariernya sebagai pejuang hukum dan hak asasi manusia.
Dalam perjalanan kariernya, Novel Baswedan berhasil mengungkap kasus-kasus yang menjadi sorotan publik, seperti kasus Wisma Atlet SEA Games dan kasus simulator SIM.
Pengungkapan ini tidak hanya mengungkap praktik korupsi, tetapi juga memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan. Berkat keberaniannya, banyak koruptor yang dijatuhi vonis penjara.
Selain itu, Novel Baswedan juga mendapatkan pengakuan internasional atas dedikasinya. Pada tahun 2020, ia dianugerahi penghargaan dari International Anti-Corruption Champion Foundation (PIACCF) di Malaysia. Penghargaan ini menegaskan komitmennya dalam memberantas korupsi di tingkat global.
Penghargaan dan Prestasi Novel Baswedan
Novel Baswedan telah menerima berbagai penghargaan yang mencerminkan dedikasinya dalam bidang hukum dan antikorupsi. Berikut adalah beberapa prestasi dan penghargaan yang telah diraihnya:
- Pengungkapan Kasus Korupsi Besar: Novel Baswedan dikenal karena perannya dalam mengungkap kasus-kasus besar seperti Wisma Atlet SEA Games, simulator SIM, dan suap hakim MK.
- Penghargaan PIACCF: Pada tahun 2020, ia menerima penghargaan antikorupsi internasional dari PIACCF di Malaysia.
- UMY Awards 2025: Novel Baswedan mendapatkan penghargaan dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada 28 April 2025 atas kontribusinya dalam hukum dan HAM.
Penghargaan Internasional
Novel sendiri menerima penghargaan internasional tahun 2020 dari Perdana International Anti-Corruption Champion Foundation (PIACCF).
Novel mengungkapkan penghargaan itu diberikan kepada semua yang berjuang untuk memberantas korupsi. "Iya, saya diundang untuk mendapat penghargaan," tutur Novel Baswedan saat dikonfirmasi, Jumat (31/1/2020).
Acara pemberian penghargaan itu digelar pada 11 Februari 2020 di Putrajaya, Malaysia sekitar pukul 20.30 waktu setempat. Undangan dilayangkan langsung oleh founder PIACCF, Dato Muhammad Salim Sundar per tanggal 29 Januari 2020.