Ini Peraturan Baru Pendakian Gunung Rinjani 2025
Simak peraturan terbaru pendakian Gunung Rinjani 2025 yang berlaku mulai 3 April, demi keselamatan dan kelestarian lingkungan.
Gunung Barujari merupakan anak Gunung Rinjani di Lombok, NTT.(Dok: Instagram @ardian_underline)
(@ 2023 merdeka.com)Pendakian Gunung Rinjani, salah satu destinasi wisata alam terpopuler di Indonesia, akan memberlakukan peraturan baru mulai 3 April 2025. Peraturan ini ditetapkan oleh Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) untuk meningkatkan keselamatan pendaki dan menjaga kelestarian lingkungan. Dengan adanya aturan yang lebih ketat, diharapkan pengalaman pendakian akan lebih aman dan nyaman bagi semua pengunjung.
Peraturan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pemesanan tiket hingga ketentuan pendakian. Kepala Balai TNGR NTB, Yarman, menekankan pentingnya mematuhi prosedur operasional standar (SOP) untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan para pendaki.
"Pendakian adalah petualangan, tapi juga tanggung jawab sebagai pengunjung yang bijak," ujarnya.
Dengan antusiasme tinggi dari wisatawan yang ingin menaklukkan puncak Gunung Rinjani, penting bagi setiap pendaki untuk memahami dan mengikuti semua peraturan yang telah ditetapkan. Berikut adalah rincian lengkap mengenai peraturan terbaru pendakian Gunung Rinjani 2025.
Pemesanan Tiket dan Registrasi Pendakian
Mulai tahun 2025, semua pemesanan tiket pendakian Gunung Rinjani harus dilakukan secara online melalui aplikasi eRinjani. Pendaki diharuskan menggunakan NIK (Nomor Induk Kependudukan) atau paspor untuk registrasi.
Setiap akun hanya diperkenankan untuk memesan satu tiket per tanggal dan jalur pendakian, dan tiket tidak dapat dialihkan kepada orang lain.
Harga tiket pendakian ditetapkan sebesar Rp 5.000 untuk pendaki lokal dan Rp 150.000 untuk pendaki asing. Namun, perlu dicatat bahwa harga tiket akan meningkat hingga 150% pada saat musim liburan.
Selain itu, layanan pemandu dan porter juga dapat dipesan melalui aplikasi yang sama, dengan pembayaran asuransi dilakukan bersamaan dengan pembelian tiket.
Ketentuan Pendakian yang Harus Diperhatikan
Dalam peraturan terbaru ini, pendakian minimal harus dilakukan oleh dua orang per kelompok. Bagi pendaki di bawah 17 tahun, wajib didampingi oleh orang dewasa.
Untuk menjaga kebersihan dan kelestarian alam, pendaki diwajibkan membawa wadah makanan dan minuman yang dapat digunakan kembali (reuseable).
Program 'Go Rinjani Zero Waste' juga diterapkan untuk meminimalisir sampah. Beberapa barang yang dilarang untuk dibawa antara lain botol plastik kecil, minuman bersoda, dan kemasan yang tidak ramah lingkungan.
Pendaki disarankan untuk mengemas ulang makanan dan minuman yang akan dibawa, seperti mi instan dan snack, agar tidak menambah sampah di jalur pendakian.
Prosedur Check-in dan Check-out
Pendaki diwajibkan melakukan check-in antara pukul 07.00 hingga 15.00 WITA dan check-out antara pukul 07.00 hingga 21.00 WITA. Saat check-in, pendaki harus menunjukkan e-ticket, kartu identitas, dan surat keterangan sehat.
Kuota harian untuk pendakian juga telah ditentukan, contohnya jalur Sembalun, Senaru, dan Torean memiliki kuota 400 orang per hari.
Perlengkapan pendakian yang wajib dibawa mencakup pakaian hangat, sepatu trekking, jas hujan, tenda, dan logistik yang cukup. Barang-barang berbahan styrofoam, kaca, dan kaleng dilarang keras untuk dibawa.
Pendaki juga diharapkan untuk melakukan 'pack in, check in, pack out, check out' untuk menjaga kebersihan jalur pendakian.
Interaksi dengan Lingkungan dan Satwa Liar
Pendaki diingatkan untuk tidak melakukan kontak dengan satwa liar yang mungkin ditemui selama pendakian. Jika terjadi kecelakaan atau pelanggaran, pendaki wajib melaporkannya kepada petugas melalui call center TNGR atau aplikasi eRinjani.
Aturan terbaru ini merupakan revisi keempat dari Standar Operasional Prosedur (SOP) pendakian Gunung Rinjani, dan informasi lebih lanjut bisa diperoleh melalui akun Instagram @btngnrinjani dan aplikasi eRinjani. Sebaiknya, pendaki selalu memeriksa informasi terkini sebelum melakukan pendakian.
Dengan adanya peraturan baru ini, diharapkan pendakian Gunung Rinjani dapat berlangsung dengan aman dan nyaman, serta tetap menjaga kelestarian alam yang menjadi daya tarik utama kawasan ini.