Balai TNGR Tingkatkan Keselamatan Pendaki Rinjani dengan Teknologi Pelacakan Canggih
Balai TNGR kini melacak pergerakan pendaki Rinjani menggunakan aplikasi Rinjani Beacon dan gelang RFID, demi meningkatkan keselamatan dan kualitas layanan pendakian di Gunung Rinjani.
Mataram, 31 Maret - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) telah mengimplementasikan sistem pelacakan inovatif untuk memantau pergerakan wisatawan yang mendaki Gunung Rinjani. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan standar keselamatan serta kualitas layanan pendakian bagi para pengunjung.
Kepala Balai TNGR, Budhy Kurniawan, mengungkapkan bahwa teknologi ini melibatkan penggunaan aplikasi ponsel pintar bernama Rinjani Beacon. Aplikasi tersebut wajib digunakan oleh seluruh pendaki, termasuk pemandu dan pramubarang, sejak proses check-in sebelum memulai aktivitas pendakian.
Dengan adanya sistem ini, setiap pergerakan pendaki dapat terdeteksi secara langsung di pusat komando Balai TNGR. Transformasi layanan ini menandai langkah maju dari sistem manual menjadi pendekatan yang lebih terintegrasi dan berbasis teknologi.
Transformasi Layanan Pendakian dengan Rinjani Beacon
Penerapan aplikasi Rinjani Beacon merupakan wujud nyata dari upaya Balai TNGR dalam mentransformasi layanan pendakian. Sebelumnya, proses pemantauan pendaki masih dilakukan secara manual, namun kini telah beralih ke sistem yang lebih modern dan efisien.
Aplikasi ini mengadopsi prinsip Personal Locator Beacon (PLB) yang selama ini dimanfaatkan oleh tim Basarnas dalam operasi pencarian dan pertolongan. Dengan demikian, kemampuan pelacakan yang ditawarkan Rinjani Beacon memiliki standar yang tinggi untuk situasi darurat.
Petugas Balai TNGR kini dapat memantau titik koordinat dan pergerakan pendaki secara berkala selama mereka berada di jalur pendakian Gunung Rinjani. Sistem ini memungkinkan deteksi lokasi secara real-time, asalkan ponsel pintar yang digunakan pendaki tetap menyala.
Budhy Kurniawan menekankan pentingnya infrastruktur pendukung untuk pemasangan sinyal guna memastikan efektivitas pelacakan. Apabila ponsel padam, titik koordinat tidak akan terlihat, sehingga ketersediaan sinyal yang stabil menjadi krusial di seluruh jalur pendakian.
Sistem Pelacakan Ganda: Rinjani Beacon dan Gelang RFID
Selain aplikasi Rinjani Beacon, Balai TNGR juga mengimplementasikan penggunaan gelang Radio Frequency Identification (RFID) sebagai bagian dari sistem pelacakan. Gelang ini digunakan secara kolektif oleh setiap kelompok pendaki, menambah lapisan keamanan dalam pemantauan.
Setiap regu pendaki diwajibkan menunjuk satu atau dua orang untuk mengenakan gelang RFID. Hal ini memungkinkan petugas di pusat kendali untuk memantau pergerakan kelompok selama aktivitas pendakian berlangsung di Gunung Rinjani.
Gelang RFID terhubung dengan sejumlah titik pemeriksaan yang telah disiapkan di sepanjang jalur pendakian. Setiap kali pendaki melintas dan melakukan pemindaian, data pergerakan mereka akan langsung tercatat dan terpantau di pusat kendali Balai TNGR.
Kedua teknologi, Rinjani Beacon dan gelang RFID, mulai diterapkan secara serentak pada musim pendakian tahun ini. Kombinasi kedua sistem ini diharapkan dapat memberikan pemantauan yang lebih komprehensif dan akurat terhadap setiap individu dan kelompok pendaki.
Pentingnya Infrastruktur Sinyal untuk Pelacakan Optimal
Keberhasilan sistem pelacakan berbasis teknologi seperti Rinjani Beacon sangat bergantung pada ketersediaan infrastruktur sinyal yang memadai. Tanpa sinyal yang stabil, kemampuan untuk melacak pergerakan pendaki akan terganggu, terutama di area-area terpencil Gunung Rinjani.
Budhy Kurniawan menyoroti bahwa ketika ponsel pintar pendaki padam atau kehilangan sinyal, data koordinat tidak dapat terkirim ke pusat komando. Oleh karena itu, pengembangan dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi di sepanjang jalur pendakian menjadi prioritas utama.
Pemasangan pemancar sinyal atau penguat jaringan di titik-titik strategis akan sangat membantu dalam memastikan pelacakan yang berkelanjutan. Hal ini penting untuk menjaga keselamatan pendaki, terutama saat terjadi kondisi darurat atau membutuhkan bantuan cepat.
Dengan infrastruktur sinyal yang kuat, Balai TNGR dapat memaksimalkan potensi penuh dari aplikasi Rinjani Beacon dan gelang RFID. Ini akan menjamin bahwa setiap pendaki dapat terpantau secara efektif dari awal hingga akhir perjalanan mereka di salah satu gunung terindah di Indonesia ini.
Sumber: AntaraNews