21 Juni lalu, seorang pendaki perempuan asal Brasil, Juliana Marins, jatuh di Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Akibatnya, seluruh dunia menyoroti bagaimana respons Indonesia dalam melakukan penyelamatan dan evakuasi terhadap Juliana.
Salah satunya adalah pemerintah yang diwakili oleh Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni. Menhut menegaskan bahwa ia akan melakukan perbaikan yang signifikan terhadap kegiatan pendakian di gunung-gunung Indonesia.
Salah satunya adalah memperketat registrasi sekaligus memberikan usulan terkait penggunaan teknologi canggih yang bisa dimanfaatkan oleh pendaki saat berada di gunung. Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut.
Advertisement
Menhut Raja Juli Antoni mengatakan pentingnya untuk selalu mengutamakan keselamatan para pendaki. Pernyataan itu keluar buntut kasus banyaknya pendaki Indonesia yang meninggal di gunung baru-baru ini. Salah satunya adalah Juliana.
"Kita harus hati-hati sekali tentang pengelolaan Taman Nasional untuk pendakian," kata Menhut di Jakarta, dikutip dari Liputan6.
Menhut melanjutkan jika penting sekali untuk mendefinisikan parameter keselamatan sebelum melakukan pendakian. Salah satunya adalah dengan melibatkan orang yang berpartisipatif seperti guide, porter, dan petugas lainnya.
"Ini dapat diperoleh dengan prinsip teori partisipatif melibatkan orang-orang yang memang berada di lapangan," tuturnya.
Selain itu, hal yang paling disoroti adalah usulan Menhut tentang penggunaan teknologi canggih berupa gelang Radio Frequency Identification (RFID). Ia meminta agar penerapan teknologi itu segera diterapkan di Rinjani.
Mengutip dari RRI (4/6), RFID adalah teknologi pelacakan yang menggunakan gelombang radio untuk membaca dan merekam data dari sebuah alat kecil yaitu tag atau gelang. Penggunaan teknologi ini kabarnya sudah diterapkan jalur Selo, Gunung Merbabu.
“Pendakian ini bukan sekadar perjalanan alam, tapi juga kampanye untuk pendakian yang aman dan bertanggung jawab: Zero Waste, Zero Accident. Lewat sistem RFID, kuota pendaki, dan edukasi pelestarian, kita dorong perubahan tata kelola taman nasional jadi makin baik.” kata Menhut.
Advertisement
Selain menggunakan teknologi canggih untuk membantu keselamatan pendaki, Menhut juga menginginkan adanya perketatan dalam SOP pendakian gunung. Ia menginginkan adanya syarat pendakian yang didasari pada level kesulitan masing-masing gunung.
Tujuannya adalah untuk menambah pengamanan keselamatan bagi para pendaki. Hal itu didasarkan pada kondisi gunung Indonesia yang memiliki tingkat kesulitan yang sangat beragam.
"Saya punya ide untuk membuat ketentuan prasyarat pendakian yang didasari level kesulitan suatu gunung," terangnya.
Lebih lanjut Menhut mengatakan jika ia sama sekali tidak ingin berbisnis dengan nyawa manusia. Maka dari itu, ia meminta agar kecelakaan di gunung bisa dihindari sebisa mungkin. Salah satunya dengan memperketat SOP dan memperbaiki sarana pendukung.
"Saya tidak ingin berbisnis dengan nyawa manusia, salah satunya yang memungkinkan untuk kita meminimalisir agar tidak lagi terjadi adalah memperketat SOP pendakian kita, dan memperbaiki sarana dan prasarana kita," jelasnya.